Cerita Kepsek di Parimo Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus

Cerita Kepsek di Parimo Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus
Ilustrasi anak berkebutuhan khusus. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Sejak diberlakukannya regulasi baru terkait penanganan siswa berkebutuhan khusus, beberapa sekolah tingkat menengah pertama telah membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Salah satunya SMP Negeri 2 Parigi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, yang hingga kini telah menangani empat siswa berkebutuhan khusus.

Menurut Kepala SMP Negeri 2 Parigi, Nasrin, siswa berkebutuhan khusus di sekolah yang dipimpinnya diberikan perlakuan berbeda.

Salah satunya, saat pelaksanaan ujian semester.

Dimana, siswa berkebutuhan khusus hanya diberikan sebanyak lima soal ujian.

Sedangkan siswa lainnya sebanyak 45 soal ujian.

Bahkan, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan orang tua siswa terkait trik menumbuh kembangkan anak berkebutuhan khusus tersebut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dalam bentuk MoU dengan Puskesmas untuk memberikan pendamping terhadap siswa berkebutuhan khusus.

BACA JUGA:  Roberto De Zerbi Jadi Kandidat Keempat Pelatih Chelsea Gantikan Pochettino

BACA JUGA: Mendikbudristek Buka POMNAS ke-17 di Padang

“Tujuannya untuk antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat siswa itu mengikuti proses belajar mengajar,” katanya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan pihaknya sudah berdasarkan undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sispiknas).

Dimana, siswa berkebutuhan khusus diperbolehkan untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri.

Apalagi, sikap berani serta etika siswa berkebutuhan khusus tersebut akan memotivasi peserta didik lainnya untuk giat belajar.

BACA JUGA: Tingkatkan Mutu Pendidikan di Sulteng, Gubernur Rusdy Mastura Tekan Kerja Sama

“Tapi kami berharap ada bantuan berupa fasilitas pendukung untuk siswa berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Sedangkan pada penerimaan siswa baru tahun ajaran ini, pihaknya akan mensosialisasikan hal tersebut ke seluruh kelurahan maupun desa.

BACA JUGA:  12 Pegawai BPS yang Terpapar Covid-19 Telah Jalani Vaksinasi

Tujuannya, untuk mendorong para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk menyekolahkan di SMP Negeri 2 Parigi.

“Orang tua jangan ragu untuk menyekolahkan anaknya hanya karena anak itu berbeda dengan siswa normal lainnya,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *