Aprilia Kembangkan Rangka Serat Karbon, Jauh Beda dengan Aluminium

Aprilia Kembangkan Rangka Serat Karbon, Jauh Beda dengan Aluminium
Rangka serat karbon Aprilia (Foto: SC Youtube)

JURNAL LENTERA Rangka serat karbon yang pertama kali terlihat sekitar satu tahun yang lalu, Aprilia Racing sedang mengembangkan rangka ini,  namun masih terlalu dini untuk menerapkannya. Aprilia menjadi pusat perhatian saat Lorenzo Savadori terlihat menggunakan RS-GP yang dilengkapi sasis serat karbon pada tes privat di Misano.

Dikutip dari wawancara Crash.net bersama Head of vehicle Departement Aprilia Racing Marco de Luca, fitur ini masih baru di MotoGP, dan menjelaskan bawa masih terlalu dini untuk digunakan.

BACA JUGA: Kepindahan Pupulin Ke Honda Picu Pergerakan Di Area Teknis MotoGP

“Ini masih dalam pengembangan, kami masih memikirkannya, namun saat ini kami memilih untuk tidak menempatkannya di jalur balap,” katanya.

Salah satu pabrikan yang baru-baru ini memilih opsi ini adalah KTM, ini adalah konsep yang berbeda, seperti yang dijelaskan de Luca. Dengan mempertimbangkan kompetitornya, KTM, de Luca menjelaskan bahwa peralihan dari aluminium ke serat karbon pada motor Aprilia dapat mewakili tantangan lain yang mungkin dihadapi KTM.

BACA JUGA:  Aksi Heroik Pengemudi Maxim Car di Banggai, Bantu Mengantar Penumpang hingga Bersalin di Mobil

“KTM memiliki desain rangka yang berbeda, konsep dan filosofi yang berbeda, mungkin desain kami yang unik untuk motor kami” ungkap de Luca.

BACA JUGA: Performa KTM Menghilang, Masih Memahami Arah Pengembangan RC16

“Saya tidak ingin mengatakan karbonisasi, tapi ini bukan soal apa yang kami lakukan dengan aluminium, itu adalah model yang sangat berbeda, hal ini mungkin positif dari sudut pandang teknis, namun kami belum siap menerapkannya saat ini,” tegasnya.

Ditanya tentang kelebihan opsi baru ini, Marco de Luca mengatakan ada beberapa hal teknis yang masih dalam tahap pengembangan dan uji coba.

“Yang jelas adalah bobotnya, tapi bukan hanya itu, ada beberapa tantangan teknis dan hal positif lainnya yang kami lihat, tapi juga ada kesulitan dalam pengembangannya, karena settingan itu perlu dibuat banyak dan harus sama satu sama lain, dengan selisih kurang dari 1%, serat karbon adalah teknologi yang sedikit lebih rumit, kita perlu belajar lebih banyak lagi,” ujar Marco de Luca.

BACA JUGA:  Gol Telat Zaccagni Antarkan Italia ke 16 Besar Euro 2024, Pulangkan Kroasia Lebih Cepat

Sumber: Crash.net

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *