Merintis Jalan Dakwah sambil Kuliah
Di Palu, ia mulai menjalani hidup barunya sebagai pendakwah. Memenuhi undangan-undangan ceramah dari majelis ke majelis sampai pada acara takziah orang meninggal di kampung. Namanya mulai dikenal di kalangan masyarakat, terutama para abnaul.
Empat tahun kemudian, ia menyampaikan niat kepada Bibinya untuk belajar di perguruan tinggi. Kebetulan, ia sempat ikut program mengajar di Ternate, di Madrasah Ibtidaiyah. Melalui program itu, ia bisa masuk ke Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu melalui program non reguler.
Ustad Rafiq memilih belajar ilmu Hukum Islam. Selama kuliah, aktifitas akademiknya kurang menonjol. Begitu pula dengan kegiatan keorganisasian mahasiswa.
Ustad Rafiq lebih tertarik turun ke medan dakwah secara langsung bersama para da’i senior di Palu. Cukup lama ia menjalani hidup berceramah dari satu kampung ke kampung dalam usaha dakwah. Hingga akhirnya tak terasa sudah delapan tahun ia menyandang status sebagai mahasiswa. Nyaris mengalami droop out, akhirnya ia bisa menyelesaikan study dengan gelas Sarjana Hukum Islam.
Tamat kuliah, ternyata dahaga atas ilmu pengetahuan agama tak bisa ia bendung. Seminggu setelah dinyatakan lulus, ia mendaftar di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, mengambil program studi yang sama dalam gelar magister.
Selama kuliah, ia terus aktif berdakwah. Di kelas, ia banyak bertanya, bahkan tak takut mendebat para dosen tentang hal-hal yang berseberangan dengan pemikirannya, dengan apa yang ia baca dan temukan di lapangan. Sempat terpikirkan pada saat itu, setelah kuliah S2 ia akan memilih menjadi dosen. Namun keinginan itu lemah dan akhirnya ia tetap konsisten di jalan dakwah.











