Example 970x250

Balada Politik Ustad Rafiq: Bukti Investasi Dakwah dan Doa Ampuh Merebut Hati Rakyat

Balada Politik Ustad Rafiq: Bukti Investasi Sosial Ampuh Merebut Hati Rakyat
Rafiq Al-Amri, seorang calon DPD RI Dapil Sulawesi Tengah yang berhasil meraih terbanyak pada Pemilu 2024. (Foto: Istimewa)

Tetap Fokus Pada Visi Hidup

Banyak orang bertanya dan membuat dirinya juga heran. Ia bisa bertahan hidup, menafkahi isteri dan membesarkan serta menyekolahkan kedua anaknya tanpa pekerjaan tetap. Ia menjalani rutinitas keseharian dalam ketenangan orang berilmu. Dakwah sudah menjadi jalan hidupnya. Hingga pada suatu kesempatan pada 2019 ia diterima menjadi salah satu anggota Penyuluh Agama di Kementerian Agama Parigi Motong.

Dari situ, ia mulai melebarkan sayap karena legitimasi pemerintah melekat padanya. Ia juga diminta menjadi Ketua Dewan Dakwah di Dewan Masjid Indonesia (DMI) Parigi Moutong.

Ia terus menjalani aktivitas dakwah, hingga akhirnya ia mencoba memilih jalan politik. Alasannya, selama ia melakukan aktifitas dakwah, hanya masyarakat bawah yang mendengar ia bicara. Topik yang selalu ia sampaikan seperti bagaimana melawan peredaran Narkoba yang cukup tinggi di wilayahnya, seakan tidak digubris karena angka kasus masih terus terjadi.

Seperti yang sudah disampaikan di awal, pada 2009 hingga 2019 ia ikut kontestasi politik. Tapi selalu kalah. Orang lain mungkin akan berfikir dua kali ketika mendapatkan realitas itu, sebelum memutuskan ikut pemilihan berikutnya. Tapi Ustad Rafiq berbeda. Ia jadikan tiga peristiwa itu sebagai pengalaman berharga yang membuat dirinya semangat dalam mengejar mimpinya.

Lantas apa dasar Ustad Rafiq terus-terusan mau maju dalam perhelatan politik lima tahunan itu? Misinya sederhana, hanya untuk memastikan bahwa pendidikan agama, khususnya di level pendidikan dasar yang banyak diprakarsai Alkhairaat, masih terus berjalan sekalipun zaman sudah bergeser.

BACA JUGA:  Akankah Mantan Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Kembali ke Parlemen

Sebagai orang yang dibesarkan di lingkungan Alkhairaat, ia mengaku terenyuh melihat banyak sekolah tutup. Entah itu karena soal muridnya yang kurang, tidak adanya guru, atau anggaran operasional sekolah yang memang tidak ada. Ini menjadi PR besarnya.

Ustad Rafiq sadar PR sebesar itu tidak mudah dipecahkan sendiri. Tidak mungkin dirinya, hanya dengan modal terus berceramah di hadapan masyarakat kemudian persoalan itu tertangani. Ia harus mempunyai posisi tawar yang kuat. Dan jalan politik adalah salah satunya.

Untuk memastikan langkahnya pada jalur yang benar dan sungguh-sungguh, sebelum masa kampanye Pileg dimulai ia turun ke masyarakat. Dengan sedikit rejeki yang ia punya, ia mendatangi para guru-guru madrasah yang dari segi kehidupan masih kurang mampu, mendengar cerita mereka dan memberikan sedekah berupa sembako.

Orang bisa saja mengatakan itu ada kaitannya dengan rencana dirinya mau ikut Pileg, tapi bagi dia, itulah bentuk komitmen pada misinya.

Pendidikan agama di wilayahnya harus bertahan dan maju. Ia telah banyak melihat daerah-daerah di luar Sulteng yang pendidikan agamanya maju, banyak pondok dan madrasah-madrasah di sana. Ustad Rafiq punya mimpi bisa menyekolahkan banyak anak di daerahnya sampai ke pulau Jawa bahkan Timur Tengah untuk belajar ilmu agama. Ia ingin banyak anak nantinya bisa mengikuti langkahnya.

BACA JUGA:  Jumlahnya Fantastis, Begini Besaran Kucuran Dana Pembiayaan Parpol di Parigi Moutong

Dengan terpilihnya dirinya sebagai anggota DPD Sulawesi Tengah, ia bisa mempunyai dua kekuatan sekaligus. Secara politik dia punya legitimasi, demikian pula dengan gerakan yang selama puluhan tahun ia jalani.

Setidaknya, jika dulu ia ceramah hanya didengarkan oleh masyarakat bawah, maka pada kesempatan ia diberi amanah sebagai perwakilan masyarakat Sulteng di Senayan nanti, ia akan memperjuangkan apa yang menjadi visinya lewat kebijakan.

Kedua kekuatan itu, Insya Allah bisa berjalan paralel dalam membangun kekuatan ummat. Meskipun secara aturan DPD punya banyak keterbatasan, tapi ia mengaku akan memaksimalkan apa yang ada untuk bicara lebih lantang lagi tentang pendidikan agama di daerahnya. Barangkali, dengan dirinya sebagai Da’i sekaligus Senator, bicaranya akan berdampak. Insya Allah.

Penulis : Mohamad Sahril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *