banner 1280x180

Banjir Jayapura, 1.000 Warga Mengungsi

  • Bagikan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua mencatat sedikitnya 1.000 warga mengungsi akibat banjir di Kota Jayapura, Papua. (Ilustrasi Foto: suara.com)

JURNAL LENTERA – Banjir Jayapura tercatat sekitar 1.000 warga mengungsi, sesuai keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua.

“Hingga Jumat sore (7/1), sedikitnya 1.000 warga mengungsi akibat kejadian ini,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD Papua Jonathan Koirewoa, Sabtu (8/1).

BACA JUGA : 28 Rumah di Banggai Laut Rusak, Warga Terpaksa Mengungsi

Jonathan mengatakan, saat ini tim gabungan yang terdiri dari BPBD Papua, BPBD Kota Jayapura, Basarnas, TNI-Polri berupaya mengevakuasi dan memberikan penanganan darurat di lokasi. Untuk sementara, kata dia, posko penanganan darurat didirikan di BPBD Kota Jayapura. Selain itu, tim juga telah membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak maupun mereka yang mengungsi.

Adapun, kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik, peralatan dan personel.

“Kondisi banjir yang masih menggenangi Pasar Youtefa dengan tinggi muka air berkisar 3 meter dan beberapa titik longsor menjadi kendala tersendiri dalam melakukan penanganan darurat,” ujarnya.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, per Sabtu pagi (8/1), listrik yang sebelumnya padam kini sudah menyala kembali. Selain itu, berdasarkan pemantauan visual di lapangan, beberapa titik banjir sudah mulai berangsur surut.

“Namun demikian, ketinggian muka air masih berkisar antara 50-200 cm,” ujar Jonathan.

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Terjang Morowali, 17 Rumah Warga Rusak

Sebelumnya, Jayapura terendam banjir akibat hujan deras yang turun sejak Kamis (6/1). Akibat banjir ini, setidaknya tujuh korban meninggal dunia.

Banjir menyebabkan pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum, Rumah Sakit Marthen Indey, dan kompleks Kantor Gubernur Dok II Jayapura tergenang. Tinggi muka air sekitar 150 sampai 200 cm.

BPBD Kota Jayapura sudah menerima informasi mengenai kejadian tanah longsor di Distrik Jayapura Utara namun belum bisa melakukan pendataan karena personel BPBD masih fokus mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Distrik Abepura.

Selain di Kota Jayapura, banjir juga melanda Kabupaten Jayapura. BPBD Kabupaten Jayapura melaporkan, 59 unit rumah warga terendam akibat banjir. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur dan mengakibatkan meluapnya Kali Menanti dan Kali Makanway pada Jumat (7/1) pukul 01.00 WIT.

Selain merendam rumah, banjir juga merendam satu unit gereja dan Stadion Lukas Enembe. Kejadian ini juga mengakibatkan longsor di beberapa titik yang berakibat badan jalan tertimbun material longsoran.

BACA JUGA : Korban Bencana Puting Beliung di Morowali Terima Bantuan Logistik

Lokasi terdampak meliputi Kampung Nolokla, Kampung Asei Kecil, Kampung Nendali yang terletak di Distrik Sentani Timur, Kelurahan Dobonsolo, Kampung Yahim, Perum Gajahmada, dan Kelurahan Hineklmbe di Distrik Sentani. Terdapat 38 kepala keluarga terdampak, di antaranya sebanyak 21 kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Kondisi terkini, banjir sudah mulai berangsur surut. BPBD Kabupaten Jayapura segera melakukan kaji cepat dan koordinasi salah satunya, melakukan pembersihan material longsor yang dilakukan oleh Balai Besar Jalan, Dinas Lingkungan Hidup, unsur TNI-Polri dan masyarakat.

BACA JUGA : 2022, Pakar Optimistis COVID-19 di RI Lebih Terkendali


Artikel ini tayang pertama kali di CNNIndonesia.com

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI!!