JURNAL LENTERA, BANGGAI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu atau Basarnas melalui Pos SAR Luwuk bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, memperkuat kemandirian masyarakat dalam menghadapi potensi bencana lewat kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Bonebobakal, Kecamatan Lamala, Sabtu, 22 November 2025.
Dalam kegiatan Destana ini, sebanyak 30 orang warga Desa Bonebobakal diberikan pengetahuan keterampilan dasar penyelamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Koordinator Pos SAR Luwuk, Liberatus, mengatakan para peserta diberikan materi utama terkait pemindahan korban dan cedera alat gerak atau Medical First Responder/MFR.
BACA JUGA: Pemeriksaan Kesehatan CJH di Parigi Moutong Diperketat
“Tujuannya, agar meningkatkan kemampuan warga dalam memberikan pertolongan pertama saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
BACA JUGA: Video Penggerebekan Polisi di Palu Viral, Polda Sulteng: Itu Operasi Narkoba Lintas Provinsi
Selain materi teori, kata dia, para peserta juga diberikan kegiatan simulasi penanganan bencana gempa bumi. Melalui simulasi tersebut, warga Desa Bonebobakal diajak mempraktikkan langkah-langkah evakuasi, penanganan korban, serta koordinasi bersama tim penyelamat.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Basarnas untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih siap dan mandiri menghadapi situasi bencana.
“Kami dari Basarnas Pos SAR Luwuk sangat mendukung kegiatan Destana ini. Semoga materi yang diberikan dapat membantu masyarakat Desa Bonebobakal lebih siap dan mampu melakukan pertolongan awal saat terjadi bencana,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in










