JURNAL LENTERA, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI tetap menggelar demonstrasi menolak Presiden Joko Widodo atau Jokowi 3 periode pada Senin, 11 April 2022.
“Iya kami tetap melaksanakan. Estimasi massa 1.000 orang,” ujar Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal saat dihubungi Tempo, Sabtu, 9 April 2022.
Luthfi menerangkan, mereka sudah mengirimkan surat pemberitahuan unjuk rasa kepada Polda Metro Jaya.
Selain itu, BEM SI juga sudah menjalin komunikasi dengan kampus-kampus di Indonesia tentang aksi tersebut. Hasilnya, Luthfi menyebut banyak kampus hingga kelompok yang menyatakan ingin bergabung di aksi tersebut.
Namun, untuk kelompok di luar kampus, Luthfi masih mempertimbangkan tawaran penggabungan massa aksi.
BACA JUGA: Pertalite dan LPG Subsidi Naik, Komisi VII: Tidak Tepat
“Belum memutuskan akan bergabung. Kami dari BEM SI melihat terlebih dahulu tujuan dan tuntutan yang ada,” ujar dia.
Lebih lanjut, Luthfi mengaku khawatir ada kelompok tak bertanggung jawab yang menunggangi aksi mereka.
Oleh karena itu, mereka tidak mau sembarangan memasukkan kelompok di luar kampus yang ingin bergabung dengan massa BEM SI.
Untuk mencegah penyusup, BEM SI membentuk tim khusus untuk memantau massa. “Dari kami nantinya ada tim khusus untuk melihat gerak-gerik massa aksi,” kata dia.
BACA JUGA: Berlaku Juli, PLN akan Adopsi Mekanisme Perdagangan Karbon Eropa
Jika ditemukan orang yang berniat membuat kericuhan, tim khusus akan langsung meminggirkan orang tersebut.
Luthfi menjamin aksi menolak Jokowi 3 periode oleh BEM SI akan berjalan damai.
Artikel ini telah tayang sebelumnya di Tempo.co











