JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Ratusan personel Polres Parigi Moutong dikerahkan untuk mengamankan massa aksi yang melakukan demonstrasi pada Jum’at, 23 Agustus 2024.
Awalnya, demo ratusan massa aksi ini berlangsung aman dengan pengawalan personel Polres Parigi Moutong. Tak lama kemudian, massa aksi dan personel polisi terlihat saling dorong.
Sehingga, pihak Polres Parigi Moutong mengerahkan ratusan personel Dalmas. Akibatnya, bentrok antara ratusan personel Dalmas dan massa aksi tidak terhindarkan.
BACA JUGA: Polres Parigi Moutong Sabet Juara 1 di Lomba PAM dan Olah TKP Polda Sulteng
Massa aksi yang semakin anarkis mulai melempari barisan polisi. Untuk membubarkan massa aksi, pihak Polres Parigi Moutong kemudian mengerahkan satu unit truk water canon. Namun, massa aksi tetap melakukan perlawanan.
Tidak berselang lama, Kepolisian kemudian menerjunkan ratusan personel BKO Brimob Polda Sulteng yang telah disiagakan. Ratusan personel BKO Brimob Polda Sulteng kemudian menembakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi. Hingga situasi kembali kondusif dan massa aksi pun membubarkan diri.
BACA JUGA: Penyelesaian Kasus Polres Parigi Moutong Terendah, Kapolda Sulteng: Tingkatkan Kinerja

Begitulah gambaran simulai pengamanan kota (Sispamkota) yang digelar di halaman Mapolres Parigi Moutong sebagai salah satu rangkaian apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja untuk pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di daerah setempat.
Kapolres Parigi Moutong AKBP Jovan Reagan Sumual mengatakan, apel gelar pasukan yang dirangkaikan dengan Sispamkota ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dan peralatan pendukung yang akan digunakan.
Hal itu, kata dia, penting dilaksanakan guna kelancaran pelaksanaan Operasi Mantap Praja untuk pengamanan pilkada serentak 2024.
“Semoga, kegiatan yang telah disimulasikan tidak benar terjadi. Sehingga pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024, berjalan dengan aman dan damai,” pungkasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani










