JUNAR LENTERA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku telah memberikan lampu hijau terkait izin penggunaan darurat (EUA) obat virus corona (Covid-19) produksi perusahaan farmasi Merck, Molnupiravir.
“Obat Molnupiravir sudah dapat EUA,” kata Penny kepada wartawan, Senin 10 Januari 2022.
BACA JUGA : 51 Pasien Omicron Indonesia Sudah Dua Kali Divaksin
Kendati demikian, Kepala BPOM Penny K Lukito belum membeberkan detail BPOM mengeluarkan EUA obat yang diklaim ampuh mengurangi perburukan kondisi kesehatan pasien Covid-19 tersebut
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyatakan bahwa obat alternatif Covid-19 Molnupiravir tiba di Indonesia pada Senin (3/1) lalu. Kendati demikian, obat Molnupiravir itu menurutnya akan disimpan terlebih dahulu untuk dipersiapkan jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Budi mengatakan, berdasarkan penelitian, Molnupiravir mampu memberikan proteksi sebesar 50 persen, namun hasil terkini bergeser ke 30-40 persen.
Selain Molnupiravir, Budi juga mengaku pihaknya juga telah membeli obat Covid-19 besutan Pfizer, Paxlovid yang diklaim bisa mencegah tingkat kematian hingga 90 persen dan mengurangi potensi rawat inap hingga 70 persen.
BACA JUGA : Kasus Omicron Bertambah 21, Kemenkes: 16 WNI dan 5 WNA
Mantan wakil menteri BUMN itu menambahkan, obat Paxlovid juga dijadwalkan akan didatangkan pada bulan ini.
Artikel ini pertama kali tayang di CNN Indonesia










