JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan (TPHP) Nurhidayah mengatakan, buah durian varietas montong yang menjadi icon Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dinilai sudah secara intensif memenuhi preferensi pasar/konsumen.
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2022, produksi buah durian di Kabupten Parigi Moutong sebesar 30,542 ton, dengan luas panen 2.083 hektare tersebar di enam sentra, yaitu Kecamatan Torue, Kasimbar, Toribulu, Tinombo Selatan, Parigi Selatan, dan Sausu.
Hal ini juga didukung dengan keadaan geografis Kabupaten Parigi Moutong yang dilalui garis khatulistiwa.
Sehingga, menyebabkan buah durian dapat dipanen sepanjang tahun tanpa harus menghadirkan teknologi atau rekayasa buah.
BACA JUGA: Bupati Samsurizal Sebut Festival Durian Akan Dihadiri Presiden
“Sedangkan panen raya berkisaran di bulan Juni sampai Juli. Pengembangan buah durian varietas montong yang menjadi Icon Parigi Moutong sudah secara intensif sehingga memenuhi preferensi pasar/konsumen,” ujar Nurhidayah saat menyampaikan laporannya dalam rapat persiapan festival durian di rumah jabatan (Rujab) Bupati Parigi Moutong, Jum’at, 17 Maret 2023.
BACA JUGA: Wagub Sulteng Panen Padi di Parigi Moutong
Ia menjelaskan, varietas buah durian yang dikembangkan di Kabupaten Parigi Moutong antara lain durian montong, musang king, durian hitam, matahari, super tembaga, bawor, petruk dan durian lokal raja.
Namun, ada pula jenis durian lokal lainnya yang belum teridentifikasi jenisnya, dari sejumlah jenis yang telah diketahui dan didukung dengan pemasaran yang cukup baik.
Hal itu terbukti dengan kerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong bersama dan tiga perusahaan eksportir buah, yakni PT. Indo Fruit, PT. Agro Semesta dan PT. Laris Manis Utama.
Ketiga perusahaan tersebut, kata dia, memasarkan buah durian dari Kabupaten Parigi Moutong ke sejumlah kota, yakni Jakarta, Surabaya, Kalimantan bahkan ke manca negara seperti China.
“Pemda Parigi Moutong membuat rangkaian acara yang akan dikerjakan dengan melibatkan lintas sectoral serta keikutsertaan sejumlah daerah di indonesia yang notabenenya adalah daerah sentra durian dan sejumlah negara yang memiliki kesamaan potensi buah durian,” pungkasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani/**











Respon (1)