Kesesuaian keilmuannya di bidang pemerintahan, membuat Anwar tetap dipertahankan pada posisi yang tepat. Setelah menyelesaikan tugas sebagai camat, ia diminta untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur pada 2005-2006. Setahun kemudian, ia naik jenjang menjadi Asisten I Kabupaten Luwu Timur pada 2006-2007.
Mengabdi untuk Tanah Kelahiran
Ketika tanah kelahirannya hendak mempersiapkan pemimpin baru pada 2007, putra dari pasangan H. Abdul Hafid dan Hj. Misrah pulang kampung. Ia merasa perlu untuk membaktikan diri di kampung halamannya, menjadi pemimpin untuk warga Morowali. Ketika itu, daerah yang dikenal sebagai penghasil nikel terbesar di Sulteng ini, baru berusia enam tahun sejak dimekarkan pada 1999.
Anwar terpilih menjadi Bupati Morowali pada 2007, berpasangan dengan Sumisi Umi Marunduh. Menariknya, kedua tokoh ini seolah pasangan serasi di hati masyarakat Morowali. Hingga pada pemilihan bupati periode berikutnya (2013-2018), keduanya masih akur dan kompak, kembali berpasangan hingga menjadi pemenang Pilkada.
Di sela-sela aktifitasnya sebagai bupati, Anwar tak terlena dengan kehidupan politik yang ia jalani. Ia kembali ke kampus untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Muslim Indonesia Makassar, mengambil Jurusan Ilmu Pemerintahan dan lulus meraih gelar Magister pada 2011. Ah..sungguh sebuah konsistensi yang patut diteladani. Ia belajar secra akademik di kampus tentang ilmu pemerintahan, kemudian ia mempraktekkan ilmunya pada kehidupan nyata menjadi pemimpin daerah.
Selama menjabat sebagai Bupati Morowali dua periode, Anwar menorehkan banyak terobosan dalam rangka peningkatan SDM di daerahnya. Salah satu yang paling dikenal, terutama di wilayah Sulteng ketika itu, adalah program Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis.
Saat kabupaten lain masih merancang program tersebut pada kurun 2008-2009, Morowali, di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, telah menjalankan program Pendidikan Gratis dari SD hingga SMA. Demikian pula dengan Program Kesehatan Gratis, yang sampai periode kedua kepemimpinanya masih dijalankan. Tak heran jika kita bertemu mahasiswa asal Morowali, kuliah di luar daerah, merasa tak berkekurangan suatu apa pun karena ditopang beasiswa yang lumayan besar baik dari pemerintah maupun perusahaan.
Menuju Parlemen
Tak cukup berkiprah di level daerah, Anwar merasa perlu mengambil kesempatan belajar di gelanggang politik nasional. Setelah menyelesaikan jabatannya di Morowali, ia memilih masuk ke legislatif dan lolos sebagai Anggota DPR RI dari Partai Demokrat pada Pemilu 1999.
Ini hal wajar, sebab selain menjabat bupati dua periode, Anwar juga dipercaya memimpin partai berlambang Mercy tersebut di level daerah. Ia menjadi Kedua DPD Partai Demokrat sejak 2011 hingga sekarang.












Respon (4)