JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengancam di sejumlah wilayah.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengatakan sebagai upaya pencegahan dini, Pemkab Parigi Moutong telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
BACA JUGA: BPBD Parigi Moutong Akan Dirikan Posko Permudah Penanganan Karhutla
“Seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan serta membakar sampah, khususnya di area yang berdekatan dengan kawasan hutan dan lahan kering,” ujar Erwin usai menghadiri kegiatan peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa/Kelurahan di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu, 4 Februari 2026.
BACA JUGA: Dinkes Parigi Moutong Turunkan Tim Kesehatan Pantau Dampak Asap Karhutla
Langkah tersebut diambil menyusul kondisi cuaca yang mulai kering, ditandai dengan mengeringnya rumput dan semak belukar di berbagai titik. Kondisi ini dinilai sangat rawan memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi secara serius.
Selain imbauan kepada masyarakat, kata dia, Pemkab Parigi Moutong juga telah membentuk forum penanggulangan bencana sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana, termasuk karhutla.
“Dalam waktu dekat, Pemkab Parigi Moutong akan menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas langkah-langkah teknis, mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapsiagaan personel, hingga mekanisme penanganan darurat jika terjadi kebakaran,” katanya.
Ia berharap, melalui langkah strategis dan keterlibatan aktif masyarakat, risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Parigi Moutong dapat diminimalisir.
“Sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in










