Dinkes Parigi Moutong Turunkan Tim Kesehatan Pantau Dampak Asap Karhutla

Dinkes Parigi Moutong Turunkan Tim Kesehatan Pantau Dampak Asap Karhutla
Tampak kepulan asap akibat kebakaran hutan yang terjadi di Desa Vaolua, Kecamatan Parigi Utara. (Foto: Dok BPBD Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menurunkan tim kesehatan ke sejumlah wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di 22 titik sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat, khususnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap.

Sekretaris Dinkes Parigi Moutong, Darlin, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh 24 Puskesmas di wilayah tersebut untuk membentuk tim kesehatan dan siap diterjunkan ke lapangan apabila kondisi memburuk.

BACA JUGA: BPBD Parigi Moutong: 22 Karhutla Terjadi dalam Sebulan Terakhir

“Seluruh Puskesmas sudah kami instruksikan agar segera membentuk tim antisipasi. Jika status bencana meningkat, tim kesehatan kita harus siap turun,” ujar Darlin di Parigi, Selasa, 3 Februari 2026.

BACA JUGA: Kekeringan Parah, 3.000 Hektare Sawah di Parigi Moutong Gagal Tanam

BACA JUGA:  Teken Persetujuan Perombakan RAPBD 2023, Pemda Hanya Diwakili Asisten

Ia mencontohkan, pada kebakaran yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Dinkes Parigi Moutong telah memerintahkan Puskesmas Pangi untuk segera mengerahkan tim medis guna memantau situasi serta melakukan tindakan preventif.

“Saya sudah perintahkan Kapus Pangi untuk menurunkan tim ke Avolua. Jika asap pekat, segera bagikan masker kepada warga,” katanya.

Menurutnya, tim yang diterjunkan terdiri dari tenaga medis untuk pelayanan korban serta tim surveilans yang bertugas melakukan pemantauan sistematis terhadap risiko kesehatan di lapangan.

Setiap Puskesmas, kata dia, memiliki tenaga kesehatan dengan latar belakang epidemiologi yang berperan mendeteksi potensi wabah atau gangguan kesehatan akibat lingkungan.

“Tim surveilans berfungsi melihat situasi daerah dan mendeteksi sumber gangguan kesehatan, apakah ISPA disebabkan oleh cuaca, asap, atau penularan antarmanusia,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Aplikasi SEHATI Pemprov Sulteng untuk Kemudahan Akses Layanan Kesehatan

Hingga saat ini, Dinkes Parigi Moutong belum menerima laporan adanya lonjakan kasus ISPA yang secara spesifik disebabkan oleh asap Karhutla.

Meski demikian, seluruh Puskesmas diminta aktif melaporkan setiap perkembangan kasus kesehatan guna memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan dampak terhadap masyarakat.

“Intinya, tim kami sudah siap siaga jika sewaktu-waktu ada korban akibat situasi ini,” tandasnya.

Laporan : Multazam