JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan segera mendirikan posko untuk mempermudah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, ST, M.Si., untuk jumlah posko yang akan didirikan belum ditentukan.
Sebab, pihaknya masih akan meninjau kembali beberapa titik lokasi yang dinilai layak dan bisa mempermudah akses penanganan karhutla maupun koordinasi.
“Kami belum tentukan jumlah posko yang akan didirikan. Tapi kami akan meninjau kembali kondiri terakhir dan beberapa titik lokasi yang akan didirikan posko. Kemungkinan poskonya lebih dari satu,” ujar Rivai saat dihubungi via telepon WhatsApp, Selasa, 3 Februari 2026.
BACA JUGA: BPBD Parigi Moutong: 22 Karhutla Terjadi dalam Sebulan Terakhir
Hingga Senin malam, 2 Februari 2026, terdapat titik api di kawasan Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah. Sehingga, kemungkinan besar salah satu posko akan didirikan di lokasi terdekat dengan Desa Petapa.
BACA JUGA: Gudang SD-SMP Advent di Parigi Moutong Ludes Terbakar
“Terkait jumlah posko yang akan didirikan, kami akan koordinasi terlebih daluhu lagi. Pastinya kami tetap stand by untuk penanganan karhutla saat ini,” katanya.
Berkaitan dengan kondisi terakhir karhutla di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, kata dia, hingga pukul 10.00 WITA pagi tadi, diperkirakan masih ada pergerakan api dibeberapa titik. Sehingga, pihaknya menyimpulkan pergerakan api secara umum belum padam.
Lain halnya dengan personel yang terlibat dalam upaya pemadaman api, saat ini jumlah personel yang terlibat masih cukup. Apalagi, pihaknya juga sudah mendapatkan bantuan personel tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang dilengkapi peralatan canggih untuk memadamkan api secara manual.
Selain itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dua unit armada pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah.
“Ditambah lagi personel Damkar dan TRC BPBD Parigi Moutong yang jumlahnya memadai telah dikerahkan melakukan upaya pemadaman api sejak awal,” ungkapnya.
Ditanya terkait kondisi penyerabaran api di lokasi karhutla, Rivai menyebutkan diperkirakan terdapat tiga titik yang masih terlihat hingga Senin malam, 2 Februari 2026.
Namun, personel Damkar masih kesulitan untuk mencapai lokasi titik api karena berada di kawasan perbukitan yang memang sulit dijangkau armada Damkar.
“Sehingga, penanganan kobaran api di kawasan perbukitan ditangani oleh tim Manggala Agni dengan peralatan lengkap,” tutur Rivai.
Sedangkan warga yang lokasi rumahnya dekat dengan penyebaran api sempat mengunggsi, khususnya kelompok rentan. Namun, sejak pagi tadi warga telah kembali ke rumahnya masing-masing.
“Tetapi, kami tetap mengingatkan warga untuk berhati-hati. Semoga saja para petugas yang terlibat dapat secepatnya melakukan upaya pemadaman api secara menyeluruh. Kami juga berharap kondisi angin tidak begitu kencang hari ini, agar api dapat dengan mudah dipadamkan,” tandasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani











Respon (3)