Example 970x250
Ragam  

Pasca Banjir 2019, BPBD Parimo Singgung Soal Penyiapan Lahan

Rapat penyiapan lahan pasca bencana banjir 2019, yang dihadiri Camat Parigi, Kasi Pemerintahan, Kepala Desa Boyantongo beserta Badan Permusyawaratan Desa atau BPD. Selasa 08 Februari 2022 (Foto: Abdul Farid)

JURNAL LENTERA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar rapat tentang penyiapan lahan untuk pembangunan rumah hanyut pasca bencana banjir 2019 silam, yang terjadi di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Rapat Kantor BPDB Parimo.

“Tadi rapat soal penyiapan lahan untuk pembangunan rumah yang hanyut pasca bencana banjir 2019, yang terjadi di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parimo, Marselinus Artawan, di ruangannya. Selasa 08 Februari 2022.

Rapat yang di gelar pagi tadi, juga di hadiri perwakilan dari Camat Parigi, Kasi Pemerintahan, Kepala Desa Boyantongo beserta Badan Permusyawaratan Desa atau BPD.

Dia mengatakan, pihaknya saat ini baru mendapat anggaran untuk pembangunan rumah yang hanyut pasca bencana banjir 2019 silam. Di karena permohonan pada waktu itu, tidak bisa di satu paketkan.

Sehingga, sebelum pembangunan Rehabilitasi dan Rekonstruksi seharusnya Desa sudah menyiapkan lahannya, ataupun ada hibah lahan dari masyarakat, di Desa itu sendiri.

BACA JUGA:  Tolitoli Diterjang Banjir, Akses Jalur Trans Sulawesi Putus Total

“Tadi telah usai kita bicarakan, ternyata belum ada lahan yang bisa di realisasikan Desa sampai dengan sekarang,” ungkap dia.

Olehnya, pada rapat yang di gelar pagi tadi kami mendapatkan solusi dari Pertanahan Parimo dan juga dari Kepala Desa, bahwa ada lahan masyarakat yang bisa di beli, ataupun di hibahkan. 

Di karenakan belum tersedianya anggaran, untuk mengganti lahan itu, sehingga pertanahan menyarankan dalam hal ini Kepala Desa Boyantongo, negosiasi terlebih dahulu dengan pemilik lahan dan di buatkan surat pernyataan.

“Jika pemilik lahan berkenan, bahwa anggaran penggantian lahan itu akan di anggarkan paling cepat Desember 2022, ataupun menunggu perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tambah dia.

Dia menambahkan, terkait lahan masyarakat yang di gantikan, nilai rupiahnya tidak bisa di tentukan secara sepihak. Sehingga ada tim Appraisal Pertanahan yang akan menentukan berapa besaran nilai dari lahan milik masyarakat tersebut.

BACA JUGA:  Mengenang Perjuangan Tombolotutu, Gubernur Minta Dilakukan Napak Tilas

Dia juga menjelaskan, bisa jadi nilainya lebih kecil dari yang di inginkan, ataupun lebih dari yang di inginkannya.

Dia menyebutkan, pembangunan rumah Pasca Bencana Banjir 2019 di Desa Boyantongo itu, berjumlah 15 unit.

“Kami berusaha, agar pembangunan tersebut bisa secepatnya di selesaikan. Hanya terkendala dari pembebasan lahan. Kalau bisa sebelum Desember 2022. Karena pekerjaan ini,  kita tender ke pihak kontraktor,” tandasnya.

Laporan : Abdul Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *