Example 970x250

Penemuan Mayat Tanpa Identitas Hebohkan Warga di Parigi Moutong

Penemuan Mayat Tanpa Identitas Hebohkan Warga di Parigi Moutong
Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah, Sabtu, 6 Juni 2026. (Foto: Polres Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Penemuan sesosok mayat tanpa identitas di sebuah pondok kebun di Dusun V Toleyan, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, menggegerkan warga Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 6 Juni 2026.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki identitas korban sekaligus mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Kapolsek Moutong AKP Felix Alfons Saudale, mengatakan penyelidikan difokuskan pada proses identifikasi korban serta pengumpulan fakta-fakta di lokasi kejadian.

“Saat ini fokus kami adalah mengidentifikasi korban dan memastikan penyebab kematiannya berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan,” ujar AKP Felix melalui keterangan tertulisnya.

Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani, Kasim Olii (50 tahun), sekitar pukul 15.00 WITA saat hendak menuju kebunnya.

Menyadari adanya penemuan tersebut, saksi segera melaporkannya kepada warga yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Menerima laporan itu, personel Polsek Moutong bersama tim Buser Polres Parigi Moutong, Bhabinkamtibmas, dan tim medis Puskesmas Moutong mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Buluye Napoa’e.

BACA JUGA:  Polres Parimo Rilis Penanganan Kasus Sepanjang 2021

“Kami telah melakukan pengamanan TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan berbagai keterangan untuk mendukung proses penyelidikan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis yang dipimpin dr. Dewi Kumalasari, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 10 hingga 20 hari sebelum ditemukan.

Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut menjadi kendala dalam proses identifikasi.

Selain melakukan olah TKP, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Seluruh barang bukti akan didalami guna mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa tersebut.

Ia mengimbau, agar masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi mengenai identitas korban agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.

BACA JUGA:  Pemda Parigi Moutong dan KPU Tetapkan Jadwal PSU di 16 April

“Saat ini, jenazah masih berada di kamar jenazah RSUD Buluye Napoa’e untuk proses identifikasi dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami memastikan proses penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *