JURNAL LENTERA, PALU – Polda Sulawesi Tengah mengoptimalkan upaya edukasi kepada masyarakat serta penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Tinombala 2026.
Operasi kepolisian terpusat tersebut resmi digelar selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, yang ditandai dengan apel gelar pasukan di lapangan apel Polda Sulteng, Senin, 2 Februari 2026.
Apel ini dipimpin Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Dr Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, dan dihadiri unsur Forkopimda beserta para pejabat utama Polda setempat.
Operasi Keselamatan Tinombala 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026”. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
BACA JUGA: Kapolda Sulteng Anugerahkan Satyalancana kepada 383 Personel Berprestasi
Helmi Kwarta Kusuma menyampaikan, pendekatan yang dikedepankan dalam operasi kali ini adalah langkah preemtif dan preventif, yang diperkuat dengan pemanfaatan teknologi ETLE, baik statis maupun mobile.
BACA JUGA: Polda Sulteng Tegaskan Seleksi SIPSS 2026 Bebas Kecurangan
“Operasi ini mengedepankan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Selain itu, penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem tilang elektronik,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mendukung pelaksanaan operasi, Polda Sulteng melibatkan sebanyak 1.020 personel yang terdiri dari 199 personel Polda dan 821 personel Polres dan Polresta jajaran.
Selain penegakan hukum, personel juga diarahkan untuk mengintensifkan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, melaksanakan kegiatan ramp check bersama instansi terkait di lokasi strategis di luar terminal atau pool bus, serta memberikan edukasi langsung kepada pengguna jalan.
Ia menyampaikan, capaian positif Polda Sulteng pada tahun sebelumnya. Tercatat, angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan dari 55 kejadian pada tahun 2024 menjadi 53 kejadian di tahun 2025 atau turun sebesar 3,63 persen.
Sementara jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas menurun dari 12 jiwa menjadi 5 jiwa, atau turun sebesar 58,33 persen.
“Kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta menghindari praktik pungutan liar, korupsi, kolusi, dan nepotisme selama operasi berlangsung,” katanya.
Ia lantas mengajak seluruh personel menjadikan Operasi Keselamatan Tinombala 2026 sebagai momentum meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Jadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Sehingga, kehadiran Polri benar-benar dirasakan dan mampu menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkasnya.
Laporan : Mifta’in











Respon (1)