Daerah  

SSB Tunas Inti Parigi Cetak Bibit Pesepak Bola Usia Dini

SSB Tunas Inti Parigi Cetak Bibit Pesepak Bola Usia Dini
Pelatih SSB Tunas Inti Parigi, Yasir Mardani, memberikan arahan kepada peserta didiknya dalam sesi latihan, Rabu, 19 November 2025. (Foto: ABDUL MAIN)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Sekolah Sepak Bola Tunas Inti Parigi (SSB TIP) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak bibit pesepak bola usia dini di Parigi Moutong.

Saat ini, sebanyak 172 peserta didik resmi terdaftar dan aktif mengikuti program pembinaan di bawah asuhan pelatih Yasir Mardani.

Yasir menjelaskan, seluruh peserta yang bergabung merupakan anak-anak usia 9 hingga 16 tahun yang tengah menjalani proses pelatihan secara bertahap dan terstruktur. Pelatihan ini dirancang untuk membangun dasar keterampilan sekaligus menanamkan disiplin sejak dini.

BACA JUGA: Kepengurusan Baru PBVSI Parigi Moutong Janji Bawa Voli Daerah Makin Berprestasi

“Anak-anak yang kami latih ini berada pada rentang usia 9 sampai 16 tahun,” ujar Yasir saat ditemui di lapangan Patriot Bambalemo, Parigi, Rabu, 19 November 2025.

BACA JUGA: Lari Trail Jadi Andalan Baru Parigi Moutong di Ajang Porprov Sulteng

Peserta didik SSB TIP berasal dari wilayah eks Kecamatan Parigi, meliputi Parigi, Parigi Tengah, Parigi Barat, dan Parigi Selatan. Menurutnya, antusiasme yang tinggi menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap olahraga sepak bola.

Dalam proses rekrutmen, setiap peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dan menyertakan akta kelahiran. Mereka juga dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp25.000 serta iuran bulanan Rp10.000 yang digunakan untuk kebutuhan pendukung pelatihan seperti tour, pemeliharaan lapangan, dan perlengkapan tanding.

“Biaya tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan anak-anak juga, termasuk perlengkapan dan perawatan lapangan,” katanya.

Ia pun memastikan, pembinaan dilakukan secara intensif dengan jadwal latihan tiga kali seminggu. Para peserta juga dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan usia untuk memaksimalkan efektivitas latihan.

“Baru satu bulan lebih mereka kami latih, dan sudah kami kelompokkan sesuai usia,” ungkapnya.

Ia berharap, program pembinaan ini dapat melahirkan generasi sepak bola Parigi Moutong yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah.

Ia bahkan mengaku optimistis para peserta didiknya kelak dapat berkembang menjadi pemain profesional yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Harapan kami, semoga anak-anak ini ke depan bisa menjadi yang membanggakan bagi daerah dan mencapai level nasional,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *