JURNAL LENTERA, Jakarta – Laki-laki yang diduga meledakkan bom asap dan melakukan penembakan senjata api ke dalam gerbong kereta bawah tanah New York City, kini telah ditahan. Dia ditangkap atas tuduhan pelanggaran hukum federal, yakni menyerang sistem transportasi massal dengan kekerasan.
Frank James, 62 tahun, dibekuk pada Rabu kemarin, di Manhattan atau sekitar 8 mil dari lokasi serangan. James diciduk dalam tempo 30 jam setelah peristiwa yang terjadi Selasa pagi, 12 April 2022.
Polisi mengetahui keberadaan James dengan bantuan petunjuk dari warga. Polisi menyebut, beberapa di antara warga New York City bahkan mengunggah wajah pelaku di media sosial.
“Kami akan melindungi orang-orang di kota ini dan menangkap mereka yang percaya bahwa mereka dapat membawa teror ke warga New York setiap hari,” kata Walikota Eric Adams saat konferensi pers yang mengumumkan penangkapan itu, seperti dilansir dari Reuters, Kamis, 14 April 2022.
BACA JUGA: Serangan Tembakan di Kereta Api New York, Polisi Temukan Bom
Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyebut pelaku memiliki beberapa catatan kriminal sebelumnya. Mereka menyebut, ada sembilan penangkapan di New York dan tiga di New Jersey.
Sebuah tuntutan pidana setebal 10 halaman yang diajukan oleh jaksa federal pada hari Rabu, 13 April 2022, di Pengadilan Distrik Amerika di Brooklyn, mendakwa James dengan satu tuduhan melakukan tindak teroris atau serangan kekerasan lainnya terhadap sistem transportasi massal.
Pejabat pengadilan menyebut, jika terbukti bersalah James bisa menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup. Sementara itu, Kantor Kejaksaan Amerika di Brooklyn mengatakan, James dijadwalkan hadir di sidang pertamanya pada Kamis, 14 April 2022 waktu setempat.
Serangan yang diduga dilakukan James terjadi pada jam sibuk Selasa pagi, 12 April 2022. Saat itu, kereta jalur N tujuan Manhattan sedang memasuki stasiun bawah tanah di komunitas Sunset Park di Brooklyn.
BACA JUGA: 4 Fakta Serangan Rusia di Bucha, Korban Warga Sipil hingga Interogasi
James dituduh meledakkan dua bom asap di dalam gerbong kereta bawah tanah beberapa saat sebelum menembaki sesama penumpang dengan pistol semi-otomatis. Pihak berwenang menyampaikan, pistol yang dibeli pada 2011 itu, kemudian ditemukan dari tempat kejadian, bersama dengan tiga magasin amunisi, kapak, beberapa kembang api kelas konsumen dan satu wadah bensin.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya aksi penembakan dan kekerasan di kereta bawah tanah selama dua tahun terakhir.
Menurut ringkasan statistik NYPD yang dikeluarkan minggu, transit kejahatan, secara luas, naik 68 persen dibandingkan tahun lalu, angka yang mendekati tingkat pra-pandemi.
Artikel ini telah tayang sebelumnya di Tempo.co











Respon (2)