Vegetasi Rapat Perlambat Operasi Pencarian Lansia yang Hilang di Banggai

Vegetasi Rapat Perlambat Operasi Pencarian Lansia yang Hilang di Banggai
Tampak kondisi medan yang harus dilalui tim SAR gabungan dalam operasi pencarian lansia yang hilang di Banggai, Sabtu, 3 Januari 2026. (Foto: Dok KPP Palu)

JURNAL LENTERA, BANGGAI – Operasi pencarian terhadap seorang lansia, Sail (90 tahun) yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, terkendala kondisi vegetasi hutan yang rapat.

Medan sulit tersebut memperlambat pergerakan tim SAR gabungan dalam menyisir lokasi kejadian terakhir korban.

Koordinator lapangan operasi SAR, Liberatus Fangohoi, mengatakan rapatnya vegetasi di sekitar area pencarian sangat membatasi jarak pandang tim.

“Sehingga, proses observasi harus dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya menemukan korban,” ujar Liberatus melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 Januari 2026.

BACA JUGA: Tim SAR Cari Lansia 90 Tahun di Banggai yang Hilang saat Berkebun

Pencarian dilakukan menggunakan metode ESAR preliminary mode tipe 2 dengan radius pencarian sejauh 6,5 kilometer dari lokasi kejadian terakhir yang diketahui.

BACA JUGA: Lansia 75 Tahun di Banggai Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Lokasi pencarian berada di area perkebunan Desa Pisou dengan karakteristik hutan dan banyak jalur setapak.

Ia menjelaskan, selain vegetasi rapat, banyaknya jalan setapak di sekitar lokasi kejadian turut menyulitkan tim dalam menentukan arah pergerakan korban. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa korban memiliki riwayat pikun. Sehingga, jalur yang kemungkinan dilalui korban tidak dapat dipastikan.

“Kami juga harus meningkatkan kewaspadaan karena di sekitar lokasi terdapat hewan buas, seperti ular. Bahkan sempat ditemukan ular yang dibunuh warga tidak jauh dari area pencarian,” katanya.

Pada Sabtu sore, 3 Januari 2026, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dengan hasil pencarian masih nihil. Operasi SAR diputuskan untuk dilanjutkan pada Ahad, 4 Januari 2026, mulai pukul 07.00 WITA sesuai rencana operasi hari kelima.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, ia menegaskan tim SAR gabungan akan terus melanjutkan operasi pencarian dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Sekaligus, tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel.

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polsek Pagimana, Koramil Pagimana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

“Sejumlah peralatan dikerahkan dalam pencarian, antara lain rescue car, peralatan navigasi, perlengkapan SAR jungle, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi,” tandasnya.

Laporan : Mifta’in

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *