JURNAL LENTERA – Wakil Bupati (Wabup) H. Badrun Nggai, SE, menyebutkan pemeriksaan HIV di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, telah menjangkau 6.193 jiwa atau 63,75 persen dari 9.714 jumlah populasi kunci yang telah terjangkau di 23 kecamatan.
“Saya berterima kasih kepada seluruh konselor HIV yang ada di 23 kecamatan, karena dari 9.714 jumlah populasi kunci yang kita jangkau, sudah dilakukan pemeriksaan HIV berjumlah 6.193 jiwa atau 63,75 persen,” ujar Wabup Badrun, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Webinar Tantangan Parimo untuk Eliminasi AIDS di 2030, yang dilaksanakan di ruang kerja Bupati secara virtual pada Rabu, 15 Desember 2021.
Dia mengaku tahu pasti kepengurusan di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Parimo yang memiliki tujuh Pokja, yang bersama-sama dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
Sehingga capaian Three Zero 95 persen dapat dicapai dan tidak ada lagi diskriminasi dengan HIV dan AIDS diending pandemi di 2030.
Menurutnya, untuk melakukan persiapan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo membutuhkan kerja sama tim yang baik.
BACA JUGA: Kasus HIV/AIDS di Parigi Moutong Bertambah, Ternyata Ini Pemicunya
Olehnya, di 2022, kegiatan KPA Parimo harus lebih aktif lagi.
Mengingat, sembilan tahun lagi menuju eliminasi AIDS di 2030.
Dia berharap, tumbuhnya komitmen, komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi diantara segenap pemangku kepentingan dalam pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS semakin sinergis maupun nyata.
“Sesuai dengan semangat hari AIDS sedunia di 2021 ini,” katanya.
Dia berpendapat, sebagai ketua pelaksana harian di KPA Kabupaten Parimo, membutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.
“Sehingga, penanggulangan HIV dan AIDS bisa komperhensif,” ucap Wabup Badrun.
Dia menambahkan, Indonesia masih tercatat sebagai salah satu negara yang tergolong beresiko tinggi akan penyebaran penyakit HIV dan AIDS.
Tercatat, pada 2020, ada 37.700.000 orang hidup dengan HIV dan 680.000 orang meninggal dunia disebabkan HIV.
Bahkan, ada sebanyak 1,500.000 kasus infeksi baru dan ada 73 persen orang dengan HIV mendapatkan terapi Antiretroviral (ART).
Sedangkan di Kabupaten Parimo dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Sulawesi Tengah, pada 2020 tercatat memiliki kasus baru AIDS sebanyak sembilan HIV 33.
Dalam kasus HIV, terdapat 5 kasus ibu melahirkan dengan HIV.
“Alhamdulillah, bayinya teridentifikasi negatif HIV,” kata Wabup Badrun.
Dia juga menambahkan, pada peringatan hari AIDS sedunia 2021, penting untuk membangun komitmen mengakhiri penyebaran HIV dan AIDS.
Apalagi, ketidaksetaraan sosial masyarakat secara terus menerus dan bahaya pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, membuat kesehatan manusia terancam.
BACA JUGA : Gandeng Alkhairaat, BIN Vaksin 3.000 Santri di Sulawesi Tengah
Melalui peringatan hari AIDS sedunia 2021, kata dia, diharapkan setiap orang dapat memiliki akses yang cukup untuk melakukan pencegahan melalui pengobatan penyakit HIV dan AIDS.
Tidak hanya itu, hari AIDS sedunia bertujuan memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama untuk pencegahan, pengujian, pengobatan, dan perawatan penyakit HIV dan AIDS, termasuk vaksinasi dan layanan COVID-19.
Selain itu, peningkatan kewaspadaan pada HIV dan AIDS, melalui WHO memfokuskan kampanye hari AIDS sedunia 2021, kepada warga negara yang masih kurang waspada akan bahaya penyakit ini.
“Peringatan hari AIDS sedunia merupakan peringatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global epidemi dari AIDS dan penyebaran HIV,” tandasnya.
Laporan : Novita Ramadhan











