JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong kembali melaksanakan kegiatan reses masa persidangan II tahun 2024–2025. Dalam kegiatan yang berlangsung di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, sejumlah persoalan infrastruktur menjadi sorotan utama warga.
Anggota DPRD Parigi Moutong Dapil IV, Arifin Dg Palallo, dari Fraksi Partai Gerindra, melaksanakan reses di Kecamatan Moutong pada Kamis pekan kemarin, 24 April 2025.
Dalam reses tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait infrastruktur jalan dan penanganan banjir.Salah satu keluhan datang dari warga Desa Salepae yang menyoroti kondisi jalan sepanjang 2,5 kilometer, yang belum pernah diaspal sejak desa tersebut dimekarkan. Warga merasa terabaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).
BACA JUGA: DPRD Parigi Moutong soal Penguatan Koordinasi dengan Pemda
Menurut warga, Desa Salepae adalah desa yang terkucilkan. Sebab, jalan di desa tersebut sepanjang 2,5 kilometer tidak pernah diaspal. Bahkan, saat musim hujan, kendaraan sering terjebak lumpur.
BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Ikuti Rapat Nasional Bahas Penguatan TPID dan Strategi Pengentasan Kemiskinan
Permasalahan serupa juga disampaikan warga Desa Moutong Tengah, khususnya di sekitar SMP Negeri Moutong, yang mengalami kerusakan parah. Sehingga, warga berharap keluhan yang disampaikan dapat diteruskan kepada Pemda Parigi Moutong untuk segera dilakukan perbaikan.
Selain infrastruktur, warga Desa Gio juga menyampaikan kekhawatiran terhadap banjir yang kerap melanda.
Menurut warga, setiap banjir air meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga. Sementara penanganan dari Pemda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai belum maksimal.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Arifin Dg Palallo, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui laporan resmi di forum paripurna DPRD Parigi Moutong.
“Sebagai wakil rakyat, kami akan menyampaikan semua aspirasi ini ke Pemda Parigi Moutong agar menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan memberi ruang kepada Pemda dalam merespons keluhan yang disampaikan.
“Semoga hasil reses ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan harapan masyarakat Kecamatan Moutong yang selama ini merasa terpinggirkan,” ungkapnya.
Laporan : Multazam










