118 Desa di Sigi Terima Bantuan dari Program Tangguh Bersinar Pemprov Sulteng

118 Desa di Sigi Terima Bantuan dari Program Tangguh Bersinar Pemprov Sulteng
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, didampipngi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, berpose bersama dengan penerima manfaat program Tangguh bersinar dalam kegiatan yang dipusatkan di stadion madani Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu, 10 Juli 2024. (Foto: Dok Humas Pemprov Sulteng)

JURNAL LENTERA, SIGI – Sebanyak 118 desa di Kabupaten Sigi menerima bantuan dari program terpadu percepatan penurunan stunting dan penanggulangan kemiskinan berbasis perangkat daerah (Tangguh Bersinar) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu, 10 Juli 2024.

Kegiatan yang dipusatkan di stadion madani Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru ini dihadiri Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura, didampingi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi.

BACA JUGA: Program Percepatan Penurunan Stunting Pemprov Sulteng Sasar Ibu Hamil dan Anak Gizi Buruk di Sigi

Rusdy Mastura mengatakan, berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, penurunan prevalensi stunting di Sulteng sebesar 10,4 persen. Tercatat, pada 2022 sebesar 36,8 persen yang turun hingga 26,4 persen di 2023.

“Cegah stunting itu penting untuk generasi Sulteng emas,” ujar Rusdy Mastura.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh orang tua asuh pada program tangguh bersinar yang terdiri dari perangkat daerah dilingkup Pempov Sulteng, dunia pendidikan, dunia usaha dan perbankan.

BACA JUGA: Pencegahan Stunting di Parigi Moutong Diperluas, Kini Remaja Putri Hingga Calon Pengantin

Selain itu, pemerintah Kabupaten Sigi yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan program.

Ia meminta, agar seluruh perangkat daerah dan stakeholder untuk intens berkoordinasi serta memantau perkembangan desa binaannya.

“Bekerjalah dengan ikhlas demi mewujudkan Sulteng emas,” katanya.

Ia berharap, praktik baik dari pelaksanaan program ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah Kabupaten Sigi maupun kabupaten lainnya.

“Sehingga, angka stunting di Sulteng dapat ditekan serendah mungkin,” tandasnya.

Laporan : Moh. Reza Fauzi

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *