JURNAL LENTERA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara dengan fokus pada penghematan dan pengalokasian dana yang lebih strategis dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 22 Januari 2025.
Presiden mengajak para Menteri Kabinet Merah Putih untuk berani memangkas pengeluaran pada hal-hal yang dianggap tidak esensial demi mendorong pembangunan nasional.
“Kriterian utama anggaran yang akan kita laksanakan harus jelas. Pertama, menciptakan lapangan kerja. Kedua, meningkatkan produktivitas yang dapat diukur melalui devisa yang hasilkan atau dihemat. Ketiga, harus mendukung swasembada pangan dan energy,” ujar Prabowo.
BACA JUGA: Prabowo Tegaskan Kenaikan PPN 12 Persen Hanya untuk Barang dan Jasa Mewah
Ia menegaskan, tahun ini Indonesia tidak akan lagi mengimpor beras, jagung, maupun garam. Bahkan, target swasembada pangan diproyeksikan tercapai lebih cepat dari jadwal, yaitu akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.
“Ini artinya, dengan niat baik, kerja keras, kebijakan yang masuk akan, kita bisa mencapai hasil yang signifikan lebih cepat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Respon Presiden Prabowo soal Rakor Mingguan Pengendalian Inflasi Daerah
Prabowo lantas menggarisbawahi pentingnya investasi pada teknologi, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari prioritas anggaran.
Ia menekankan, belanja negara harus diarahkan pada hal-hal strategis yang memberi dampak nyata bagi rakyat. Sebagai bagian dari efisiensi, ia menginstruksikan pemotongan anggaran untuk kegiatan seremonial yang dianggap berlebihan.
“Perayaan sejarah dan ulang tahun cukup dilaksanakan sederhana, bahkan cukup di kantor dengan kehadiran minimal dan sisanya bisa melalui video konfrensi,” tegasnya.
Ia juga mengurangi anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen, langkah yang menurutnya dapat menghemat hingga Rp20 triliun. Dana sebesar itu, dapat digunakan untuk memperbaiki puluhan ribu gedung sekolah.
Ia lantas mengapresiasi tim keuangan yang telah bekerja teliti hingga ke detail anggaran terkecil, sembari menginstruksikan seluruh menteri dan kepala lembaga untuk tetap loyal dan patuh terhadap kebijakan efisiensi ini.
“Saya minta semua mendukung kebijakan ini. Dengan kerja sama dan kesetiaan pada tujuan bangsa, kita bisa membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Laporan : Multazam











Respon (1)