Example 970x250
Ragam  

Parigi Moutong Miliki Potensi Lahan Menjadi Lumbung Durian Global

Gubernur Sulteng Janji Bangun Parigi Moutong Melalui Singkronisasi Program
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. (Foto: ARKI ARIANGGARA GAIB)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mendorong semua pihak untuk menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai pusat produksi durian berskala dunia.

Ia mengatakan, saat ini perkebunan durian terbesar di dunia masih dikuasai oleh Laos dengan luas mencapai 3.000 hektare. Namun, ia meyakini Kabupaten Parigi Moutong mempunyai peluang besar untuk melampaui Laos.

Potensi lahan dan dukungan masyarakat, kata dia, menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai kandidat kuat untuk menjadi lumbung durian nasional. Bahkan berskala global.

BACA JUGA: Sulteng Siap Ekspor Durian ke Tiongkok, Delegasi GACC Akan Tinjau Langsung

“Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini harus melahirkan pemikiran strategis dan rencana nyata untuk mewujudkan ambisi tersebut,” ujar Anwar Hafid saat membuka kegiatan FGD bertema “Dari Ladang ke Dunia” yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parigi Moutong dalam rangka persiapan ekspor perdana durian beku ke Tiongkok di Parigi, Rabu, 4 Juni 2025.

BACA JUGA: Atasi Wabah Penyakit Pohon Durian, Langkah Strategis Apdurin Tingkatkan Produksi Ekspor

BACA JUGA:  Dramatis, Albania Tahan Imbang Kroasia, Hidupkan Peluang Lolos ke 16 Besar Euro 2024

Dikatakannya, sebagai langkah awal, ia menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk segera menginventarisasi lahan potensial, termasuk kawasan hutan yang dapat dikembangkan untuk penanaman durian.

“Mulai sekarang, saya minta seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan desa mendata ketersediaan lahan yang bisa dimanfaatkan. Kita akan tanam bibit durian secara masif,” tegas Anwar Hafid.

Lahan-lahan yang diidentifikasi akan dikelola melalui kerja sama dengan masyarakat, khususnya kelompok tani. Kemudian, akan dilakukan pengawasan teknis dari Dinas Kehutanan dan instansi terkait.

“Yang penting lahannya dulu tersedia. Setelah itu kita cari solusi bersama agar bisa diolah menjadi perkebunan durian rakyat,” katanya.

Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, Kabupaten Parigi Moutong dapat memiliki minimal 5.000 hektare perkebunan durian aktif. Ketersediaan bahan baku tersebut akan menjadi daya tarik utama bagi investor dalam maupun luar negeri.

Selain persoalan lahan, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas rasa dan mutu durian sebagai komoditas unggulan. Sehingga, Bupati Parigi Moutong yang baru dapat terus mengawal standar kualitas dan cita rasa durian. Sebab, hal tersebut kunci agar produk bisa bersaing di pasar global.

BACA JUGA:  Samsat Digital Resmi Diluncurkan, Layanan Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah di Sulteng

Ia pun mengaku optimistis, dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah, petani, dan investor,  Kabupaten Parigi Moutong dapat menjelma menjadi kekuatan baru dalam industri pertanian nasional.

“Saya yakin Kabupaten Parigi Moutong bisa menjadi raksasa baru di dunia pertanian, khususnya durian,” pungkasnya.

Laporan : Multazam