JURNAL LENTERA, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, mengapresiasi langkah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang meluncurkan Sistem Deteksi Dini Transaksi Keuangan Mencurigakan (DETAK MBG) untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan, DETAK MBG menjadi wujud nyata reformasi birokrasi yang tidak sekadar menjalankan rutinitas, melainkan menghadirkan inovasi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin setiap rupiah yang dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara administratif, tetapi juga dari sisi hasil dan manfaatnya bagi masyarakat. DETAK MBG adalah simbol komitmen nasional kita terhadap transparansi dan integritas,” ujar Rini saat menghadiri peluncuran DETAK MBG di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.
BACA JUGA: Mendes PDT Resmikan 17 SPPG di Serang untuk Mendukung Program MBG
Menurutnya, MBG bersama program prioritas lainnya seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat (SR), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Perumahan Rakyat (PR) merupakan investasi jangka panjang Presiden Prabowo untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
BACA JUGA: Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Yogyakarta Jadi Percontohan Nasional
Ia lantas menggambarkan MBG sebagai “bahtera raksasa” yang melibatkan jaringan distribusi luas dan ribuan pemangku kepentingan. Karena itu, semua pihak diminta berkolaborasi agar program tidak bocor.
“Kebocoran sekecil apa pun adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan publik sekaligus pencurian hak anak-anak kita untuk bertumbuh optimal,” katanya.
Ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai fondasi birokrasi modern. Menurutnya, tata kelola berbasis teknologi, data, dan keamanan siber akan membuat pengawasan keuangan negara lebih transparan.
“Ketika pemerintah terkoneksi secara digital, PPATK tidak lagi bekerja dalam kegelapan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut kehadiran DETAK MBG sejalan dengan amanat Presiden agar pengelolaan anggaran negara bebas dari penyalahgunaan.
Ia menegaskan, sistem ini akan memastikan dana program MBG tepat sasaran, yakni untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta terhindar dari potensi korupsi.
“DETAK MBG adalah babak baru untuk mengawal setiap rupiah uang rakyat agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in












Respon (1)