JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mencatat sebanyak 22 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga Senin, 2 Februari 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, ST, M.Si., mengatakan berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, sebanyak 15 kejadian karhutla terjadi sepanjang Januari, sementara tujuh kejadian lainnya terjadi pada awal Februari 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla terhitung sejak Kamis, 29 Januari hingga 30 Februari 2026.
BACA JUGA: BPBD Parigi Moutong Waspadai Ancaman Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem
“Laporan karhutla terkini terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 20 hektare,” ujar Rivai.
BACA JUGA: Kekeringan Parah, 3.000 Hektare Sawah di Parigi Moutong Gagal Tanam
Berdasarkan pantauan BPBD di lapangan, api di Dusun III Desa Avolua bahkan hanya berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga yang dihuni tiga kepala keluarga.
Saat ini, BPBD Parigi Moutong masih melakukan pemantauan dan penanganan di Avolua. Bahkan, pihaknya, juga telah berkoordinasi dengan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
“Pihak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kemenhut mengirimkan lima personel Tim Manggala Agni untuk membantu pemadaman,” katanya.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas ke area permukiman warga.
Seiring meningkatnya kasus karhutla, Pemkab Parigi Moutong juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/46/BPBD yang ditandatangani Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase. Surat edaran tersebut berisi imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Dalam surat edaran itu, juga disebutkan peningkatan kasus karhutla dipicu oleh kondisi kemarau panjang yang diperparah dengan aktivitas pembukaan lahan secara tidak terkendali oleh masyarakat.
Sehingga, Bupati Parigi Moutong menginstruksikan seluruh camat, kepala desa, dan lurah untuk memantau aktivitas pembukaan lahan di wilayah masing-masing.
“Selain itu, pelaku usaha diimbau tidak membakar sampah di area terbuka yang berdekatan dengan hutan, kebun, maupun permukiman,” ungkapnya.
Bahkan, masyarakat pun juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan atau melihat indikasi kebakaran hutan maupun lahan.
“Untuk penanganan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan pemadam kebakaran di nomor 0822-9116-5911 (Parigi), 0813-1887-1119 (Tolai), 0813-1886-1119 (Moutong), atau Call Center BPBD di nomor 117 (bebas pulsa) serta 0811-4180-117,” tandasnya.
Laporan : Multazam












Respon (2)