Example 970x250

Fase Fondasi PAUD dan Enam Kemampuannya dalam Tumbuh Kembang Anak

Fase Fondasi PAUD dan Enam Kemampuannya dalam Tumbuh Kembang Anak
Perayaan Hari Anak Nasional dan Kick Off Mentas PAUDPEDIA yang dirangkaikan dengan deklarasi pemenuhan hak fondasi anak Indonesia melalui cap tangan atau finger paint di Cibis Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin, 29 Juli 2024. (Foto: Dok Kemendikbudristek)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Fase fondasi PAUD merupakan pijakan pertama anak di dunia pendidikan. Tujuannya adalah memfasilitasi tumbuh kembang anak secara optimal. Fase yang tidak hanya siap untuk bersekolah, namun lebih siap menempuh perjalanannya dalam berkembang dan berperan untuk anak di masa depan.

Menurut Direktur PAUD Kemendikbudristek Komalasari, terdapat enam kemampuan fondasi yang perlu ditumbuhkan pada diri anak. Di antaranya mengenal nilai agama dan budi pekerti keterampilan sosial serta bahasa untuk berinteraksi.

Selain itu, kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri.

BACA JUGA: 1.000 Peserta Didik SD dan SMP di Provinsi Papua Terima PIP

“Terakhir, yaitu pemaknaan belajar yang menyenangkan dan positif,” ujar Komalasari saat membuka perayaan Hari Anak Nasional dan Kick Off Mentas PAUDPEDIA yang dirangkaikan dengan deklarasi pemenuhan hak fondasi anak Indonesia melalui cap tangan atau finger paint di Cibis Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin, 29 Juli 2024.

BACA JUGA:  Dua WNA Asal Cina Ditetapkan Tersangka Kasus Pertambangan Tanpa Izin

BACA JUGA: Perluas Akses Literasi, Kemendikbudristek Luncurkan Platform Buku Bacaan Anak Mode 3 Bahasa

Ia mengatakan, pemenuhan kemampuan fondasi tersebut perlu dukungan dari semua pihak. Baik para guru yang berada di satuan PAUD maupun ayah bunda sebagai orang tua di rumah hingga semua masyarakat yang menjadi lingkungan belajar anak usia dini.

Ia mengatakan, dalam konteks satuan PAUD, ada upaya peningkatan kualitas layanan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari memastikan pembelajaran yang berpusat pada murid,  dukungan pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini, kemitraan orang tua, iklim sekolah yang aman, inklusif, dan merayakan kebhinekaan.

Selain itu, pendidik yang reflektif, gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi. Terpenting, kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya untuk perbaikan layanan berkelanjutan.

“Direktorat PAUD berkomitmen untuk membantu satuan PAUD dalam meningkatkan kualitas  layanan secara berkelanjutan,” katanya.

BACA JUGA:  Cristiano Ronaldo dan Pepe Berpeluang Cetak Rekor di Euro 2024

Ia mengungkapkan, beragam alat bantu telah disediakan. Mulai dari rapor Pendidikan PAUD yang dapat digunakan untuk mengetahui aspek yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki.

Kemudian, implementasi kurikulum merdeka untuk membantu pembelajaran yang berpusat pada murid, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan untuk memastikan terjadi transisi smooth dari jenjang PAUD ke SD.

“Selanjutnya, gerakan sekolah sehat untuk membantu anak-anak Indonesia tercukupi kebutuhan kesehatannya. Selain itu, masih banyak program serta gerakan-gerakan lainnya yang dapat membantu pemenuhan layanan untuk anak usia dini,” pungkasnya.

Laporan : Moh. Reza Fauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *