Jaksa Agung Instruksikan Jajarannya Terapkan Hidup Sederhana

Jaksa Agung Instruksikan Jajarannya Terapkan Hidup Sederhana
Jaksa Agung ST Burhanuddin. (Foto: dok Humas Penkum Kejagung)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, Jaksa Agung Burhanuddin mengeluarkan Instruksi Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang penerapan pola hidup sedehana.

Menurut Jaksa Agung Burhanuddin, maksud dari instruksi ini dalam rangka membangun dan membudayakan pola hidup sederhana bagi seluruh pegawai Kejaksaan sebagai salah satu cara mencegah terjadinya perilaku koruptif dan perbuatan tercela lainnya.

Selain itu, sekaligus menjadikan setiap pegawai Kejaksaan sebagai contoh teladan bagi keluarga dan lingkungannya maupun pengendalian serta introspeksi bagi insan Adhyaksa, agar tidak melakukan penyalahgunaan kewenangan.

“Terlebih lagi perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Burhanuddin dalam siaran persnya, Sabtu, 11 Maret 2023.

BACA JUGA: Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir Temui Jaksa Agung

Ia meminta kepada seluruh insan Adhyaksa untuk menghindari gaya hidup konsumtif dengan tidak membeli, memakai, memamerkan barang-barang mewah.

Tujuannya, untuk menghindari timbulnya kesenjangan dan kecemburuan sosial dengan tidak mengunggah foto maupun video pada media sosial yang mempertontonkan gaya hidup berlebihan.

BACA JUGA: Kementerian ATR/BPN Sikapi Gaya Hidup Hedonisme Pejabatnya

Sederhana adalah sikap yang mampu mencegah dari perilaku boros, tamak, dan
rakus.

Perilaku sederhana adalah kunci pengendalian diri untuk membangun integritas institusi.

“Sikap sederhana insan Adhyaksa dengan sendirinya akan membangun integritas sebagai seorang penegak hukum. Setiap arahan yang diberikan dapat diperhatikan dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab. Begitu juga dengan arahan mengenai bijak dalam bermedia sosial. Ini telah diatur dalam Surat Edaran Jaksa
Agung Nomor 41 Tahun 2021,” katanya.

Menurutnya, dibandingkan menggunakan media sosial untuk memamerkan gaya hidup
mewah, sebaiknya sebagai aparat penegak hukum dapat memanfaatkan media sosial, media massa, dan media elektronik untuk melakukan pelacakan aset para koruptor.

Misalnya dengan membentuk tim patroli media, dan membuka keran partisipasi publik guna melaporkan harta tidak wajar yang ditemukan.

Sehingga mempermudah bagi Insan Adhyaksa untuk melacak aset atau Asset Tracing dalam rangka pemulihan aset Negara yang dikorupsi.

Selain kepada seluruh insan Adhyaksa, ia juga meminta arahannya terkait dengan pola hidup sederhana dan bijak dalam menggunakan media sosial bagi para istri maupun keluarga.

“Hidup sesuai kemampuan, jangan besar pasak daripada tiang. Pasak itu menjadi besar dari pada tiang disebabkan, karena gaya hidup dan tingkah laku yang berlebih-lebihan,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *