JURNAL LENTERA, PALU – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) yang baru, Anwar Hafid, bersama dr. Reny A. Lamadjido, resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan usai melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) dari Gubernur sebelumnya, H. Rusdy Mastura, dan Ma’mun Amir.
Prosesi sertijab berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sulteng di gedung DPRD setempat, Senin, 3 Maret 2025. Acara ini menandai dimulainya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2025-2030, yang diharapkan mampu melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulteng.
BACA JUGA: Evaluasi Implementasi SDI dan IPS 2024 Diskominfosantik Sulteng
Rapat paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Sulteng, Muhammad Arus Abdul Karim, serta dihadiri Dirjen Fasilitasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) sebagai perwakilan pemerintah pusat.
Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Provinnsi (Sekdaprov) Sulteng, bersama unsur Forkopimda, Bupati/Walikota se-Sulteng, pimpinan partai politik hingga akademisi.
BACA JUGA: Sidak Pasar TPID dan Satgas Pangan Sulteng Jelang Ramadhan
Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir, atas dedikasi selama periode 2021-2025 dalam membangun Sulteng.
“Kami sangat berterima kasih atas pengabdian bapak Rusdy Mastura dan bapak Ma’mun Amir yang telah meletakkan pondasi pembangunan di Sulteng. Kami berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan mewujudkan harapan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung program kerja pemerintahan yang baru.
Sementara itu, Rusdy Mastura menyampaikan, penyerahan tongkat estafet kepemimpinan di bulan suci Ramadan ini menjadi momen bersejarah bagi Sulteng.
“Saya yakin dan percaya, Anwar Hafid dan dr. Reny adalah figur yang tepat untuk memimpin Sulteng. Mari kita dukung bersama demi keberlanjutan pembangunan di Negeri Seribu Megalit ini,” katanya.
Acara sertijab ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Gubernur dan Wakil Gubernur baru dan yang lama. Hal itu sebagai simbol resmi dimulainya masa kepemimpinan baru di Provinsi Sulteng.
Laporan : Miswar











Respon (2)