Selanjutnya terkait kemiskinan ekstrem. Berbagai program kegiatan yang telah dilaksanakan Pemda Parigi Moutong telah menunjukan dampak sangat positif bagi masyarakat. Di antaranya turunnya angka kemiskinan ekstrem 1,32 persen berdasarkan data maret 2024.
Persentase ini masih rendah dari angka kemiskinan ekstrem Provinsi Sulawesi Tengah yang sebesar 3,5 persen.
Pada aspek kesehatan, kata dia, upaya yang telah dilaksanakan, yaitu penambahan jumlah dokter speaialis, fasilitas sarana dan prasarana RSUD Anuntaloko Parigi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
BACA JUGA: Giliran Lokasi Banjir Bandang Sibalago-Sienjo Ditinjau Pj Bupati Parigi Moutong
Berdasarkan data hingga Juni 2024, pasien pulang sembuh tercatat sebanyak 4.542 orang, pasien rujukan 138 orang, dan meninggal dunia 228 orang.
Pada bagian penyerapan anggaran, Pendapata Asli Daerah (PAD) di 2024 sebesar Rp 1.712.040.716.847 realisasi belanja sebesar Rp 647.632.729.775.
Lain halnya dengan kegiatan unggulan, Kabupaten Parigi Moutong membuat brand sebagai kabupaten durian. Bahkan melakukan langkah-langkah dalam bentuk pengembangan tanaman durian dan promosi buah diberbagai ivent.
Selain itu, akselerasi peningkatan produksi padi dan jagung dalam rangka mendukung ketersediaan pangan sebagai penyangga IKN.
“Terakhir terkait perizinan. Dalam mempermudah para pelaku UMKM, OPD terkait membuat aplikasi OSS sampai dengan juni 2024, jumlah NIB 2.495 izin, PBG 20 izin,” jelas Richard.
Evaluasi kinerja Pj Bupati Parigi Moutong ini berlangsung selama 20 menit. Usai menyampaikan pemarannya, Pj Bupati Parigi Moutong menerima masukan dari tim evaluator Kemendagri. Tim evaluator juga memberikan tanggapan terkait upaya penurunan stunting, inflasi, kemiskinan ekstrem dan upaya-upaya yang perlu ditingkatkan maupun diperbaiki kedepannya.
Laporan : Multazam











