Disdikbud Parigi Moutong Jadwalkan Launching 3000 Seragam Sekolah Gratis di Tahun Ajaran Baru

Disdikbud Parigi Moutong Jadwalkan Launching 3000 Seragam Sekolah Gratis di Tahun Ajaran Baru
Ilustrasi seragam sekolah. (Foto: Dok DETIK.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadwalkan launching 3000 seragam sekolah gratis pada saat memasuki tahun ajaran baru.

Ia mengatakan, 3000 seragam sekolah tersebut sudah dalam proses pengiriman yang dijadwalkan tiba di Kabupaten Parigi Moutong pada pekan depan.

“Insya Allah 3000 seragam sekolah itu tiba pekan depan,” ujar Sunarti Masanang di Parigi, Rabu, 9 Juli 2025.

Ia menjelaskan, untuk teknis penyerahan 3000 seragam sekolah gratis tersebut, akan diberikan kepada masing-masing perwakilan dari 23 kecamatan. Namun, akan ada sebanyak 12.000 seragam sekolah gratis yang akan dibagikan setelah itu.

“Launching 3000 seragam sekolah gratis itu, akan diserahkan secara simbolis oleh Bapak Bupati Parigi Moutong. Setelah penyerahan 3000 seragam itu, akan ada 12.000 seragam sekolah gratis lagi yang akan diberikan,” katanya.

BACA JUGA: 28 Desa/Kelurahan di Parigi Moutong Jadi Lokus KKN Tematik Literasi 280 Mahasiswa Untad

Ia mengatakan, dengan ketambahan 12.000 seragam sekolah gratis tersebut, seluruh siswa dan siswi yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Proses penyerahannya akan dilaksanakan serentak dan disaksikan secara virtual oleh Bupati Parigi Moutong.

BACA JUGA:  Usul Pilkada 2024 Ditunda, Bawaslu akan Dipanggil Komisi II DPR

BACA JUGA: SMPTK Swastiastu Tolai Diresmikan, Parigi Moutong Kukuhkan Komitmen Pendidikan Berbasis Iman dan Toleransi

“Sedangkan untuk Kecamatan Parigi, penyerahannya dipusatkan di gedung auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong,” ungkapnya.

Bagi siswa maupun siswi yang tidak masuk dalam Dapodik, dipastikan akan menerima pembagian seragam sekolah gratis tersebut. Hal itu, juga telah dikoordinasikan pihaknya dengan bupati.

Mengingat, program bupati dan wakil bupati (Wabup) Parigi Moutong yang berkaitan dengan pendidikan tidak membeda-bedakan.

“Baik yang terdaftar dalam Dapodik maupun tidak,” imbuhnya.

Dijelaskannya, Disdikbud Parigi Moutong tengah melakukan persiapan berkaitan dengan program seragam sekolah gratis tersebut. Di antaranya, memastikan berapa akumulasi siswa baru yang riil di setiap sekolah. Apakah sesuai target 15.000 atau melebihi.

Bahkan, proses pendataan yang dilakukan pihaknya dimulai dari siswa yang TK masuk SD. Kemudian, siswa SD yang masuk SMP. Pendataan juga dilakukan terhadap siswa yang melanjutkan pendidikan keluar daerah atau pindah domisili.

BACA JUGA:  Wagub Sulteng Tekankan Standar Gizi Usai Tinjau Program MBG di Palu

“Jelasnya, siswa yang pindah domisili tidak menjadi tanggungjawab kami,” ujarnya.

Bagi siswa maupun siswi yang melanjutkan pendidikan di luar wilayah Parigi Moutong, akan digantikan dengan yang lain.

Namun, pihaknya belum mencanangkan program tersebut apabila terdapat kelebihan jumlah siswa dari 15.000 yang masuk dalam Dapodik. Apabila terdapat ketambahan, penanganannya tidak akan memakan waktu lama untuk pengadaan kembali.

“Pengadaan seragam sekolah gratis ini berdasarkan dengan Dapodik karena pengadaannya masuk dalam penganggaran Disdikbud Parigi Moutong,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *