JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat.
Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, bertujuan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun ruang belajar. Tetapi, juga berfokus pada pembentukan masa depan anak-anak Indonesia.
BACA JUGA: Kementerian PU Targetkan 37 Sekolah Rakyat Tahap IB Difungsikan Pada Juli 2025
“Kolaborasi kami dengan Kementerian Sosial (Kemensos) bertujuan untuk memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun dengan cepat dan berkualitas, agar dapat segera digunakan pada tahun ajaran 2025/2026,” ujarnya.
BACA JUGA: Kementerian PU dan BGN Sepakat Bangun 25.000 SPPG
Menurutnya, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah setiap tahunnya, dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga menengah. Setiap sekolah akan menampung antara 75 hingga 150 siswa.
“Pada program Sekolah Rakyat tahap IC, dari 167 lokasi calon sekolah yang diusulkan (122 dari Balai Latihan Kerja dan 45 dari pemerintah daerah), sebanyak 50 sekolah berhasil lolos verifikasi Kementerian PU. Dari 50 sekolah ini, 49 dibiayai melalui APBN, sementara satu sekolah dibiayai melalui APBD. Selain itu, sembilan sekolah baru yang telah diseleksi juga dalam tahap persiapan pembangunan,” jelasnya.
Per 4 Agustus 2025, progres pembangunan Sekolah Rakyat tahap IC menunjukkan hasil yang positif, dengan konstruksi fisik telah mencapai 60,93 persen. Kementerian PU menargetkan bahwa seluruh konstruksi ini akan selesai pada akhir Agustus 2025.
Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU telah melaksanakan renovasi, baik ringan maupun sedang di sejumlah sekolah. Renovasi ini mencakup pengecatan, perbaikan ruang belajar, asrama, instalasi listrik dan air, serta pengadaan meubelair untuk mendukung proses belajar mengajar.
Tahapan teknis perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan konstruksi dimulai sejak Juni 2025 agar Sekolah Rakyat tahap IC dapat digunakan tepat waktu sesuai target.
“Dengan semangat kolaboratif antara kementerian dan pemerintah daerah, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia untuk menyambut Indonesia Maju. Ini adalah upaya bersama untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas dan merata,” tandasnya.
Laporan : Multazam












Respon (1)