JURNAL LENTERA, JAKARTA – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti, melakukan pertemuan secara daring dengan Kantor Urusan Luar Negeri Kota Nantong, Tiongkok, bersama Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Kamis, 17 April 2025. Tujuannya, untuk membahas peluang kerja sama investasi di sektor konstruksi Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Diana memaparkan kebijakan pembangunan infrastruktur nasional dan potensi kemitraan strategis yang terbuka lebar bagi investor asing.
Ia lantas menekankan, visi “Indonesia Emas 2045” diwujudkan melalui Asta Cita dan didukung oleh berbagai program prioritas pembangunan.
“Fokus pembangunan kami selaras dengan misi nasional, seperti ketahanan air dan pangan, pengembangan infrastruktur, hingga konektivitas wilayah perdesaan,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemerintah Kebut Pembangunan 53 Sekolah Rakyat Tahap Pertama
Ia menjelaskan, prioritas pembangunan infrastruktur tahun 2025, mencakup empat sektor utama, yaitu sumber daya air (irigasi dan pantai), jalan dan jembatan, infrastruktur dasar (air bersih dan sanitasi), serta infrastruktur strategis seperti sekolah hingga pasar rakyat.
BACA JUGA: Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih di Kawasan Hutan
Kementerian PU juga tengah mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan.
Saat ini, sedikitnya 23 proyek senilai total lebih dari Rp160 triliun tengah disiapkan untuk ditawarkan kepada investor. Termasuk 10 proyek sumber daya air dan energi senilai Rp42,57 triliun, lima proyek sistem air minum dan irigasi senilai Rp31,97 triliun hingga delapan proyek berskala besar (jalan tol, energi terbarukan) senilai Rp87,92 triliun.
“Seluruh proyek dirancang dengan skema transparan, berbagi risiko, dan berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Indonesia, kata dia, juga terus menyederhanakan proses investasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) serta kebijakan perpajakan berbasis wilayah. Keterlibatan investor asing telah diatur melalui UU Jasa Konstruksi dan UU Cipta Kerja, termasuk lewat mekanisme international competitive bidding.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas antusiasme Pemerintah Kota Nantong terhadap peluang investasi di Indonesia. Ia berharap kolaborasi yang dijajaki ini dapat menjadi fondasi kerja sama ekonomi dan infrastruktur yang saling menguntungkan.
“Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat konektivitas kedua negara dan membuka masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Laporan : Multazam











