banner 1280x180

Lanjutan Kasus Pembunuhan di PETI Kayuboko, Begini Jawaban Polisi

  • Bagikan
Lokasi PETI di Desa Kayuboko, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah (Foto: Novita Ramadhan)

JURNAL LENTERA – Dugaan kasus pembunuhan seorang penambang di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, yang ditangani Kepolisian Resor (Polres) setempat segera memasuki tahap dua pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Tahap satu sudah selesai. Tinggal melimpahkan berkas tahap dua,” ujar Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono, kepada sejumlah wartawan, Kamis, 23 Desember 2021.

Dia mengatakan, pelimpahan berkas tahap dua ini merupakan penyerahan terduga pelaku beserta barang bukti.

Ditanya terkait kapan jadwal penyerahan berkas tahap dua dilakukan, Yudy, tidak menyebutkan secara pasti.

“Pelimpahan berkas tahap dua segera dilakukan,” tegas Yudy, mengakhiri penjelasannya.

Diberitakan sebelumnya, pihaknya Polres Parimo telah menetapkan seorang terduga pelaku berinisial A, warga Kabupaten Poso dalam dugaan kasus pembunuhan yang menewaskan seorang penambang asal Kabupaten Bombana,, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Pelaku Dugaan Pembunuhan Warga Bombana di PETI Kayuboko

Saat proses penyelidikan, terduga pelaku yang telah teridentifikasi masih berada di wilayah Kabupaten Parimo.

Sehingga, polisi langsung melakukan upaya penangkapan berdasarkan bukti dan petunjuk dari para saksi.

Saat itu, Kepolisian fokus terhadap peran terduga pelaku dalam kasus pembunuhan penambang asal Kabupaten Bombana yang awalnya ditemukan tewas tanpa identitas oleh Kisan, warga Desa Kayuboko.

Dari keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia, terduga pelaku dan korban sempat terlihat berkelahi.

Menurut para saksi, terduga pelaku setiap harinya membawa senjata tajam. 

Anehnya, Kasat Reskrim Polres Parimo, Iptu Zulfan, mengatakan motif pembunuhan korban terjadi secara spontanitas.

Sebelum kejadian itu, korban diketahui tengah mengemudikan alat berat di lokasi PETI Desa Kayuboko tanpa sepengetahuan pemiliknya.

BACA JUGA: Motif Pembunuhan Penambang di PETI Desa Kayuboko Terungkap

Bahkan, beberapa orang yang melihat sempat berupaya menurunkan korban yang tengah mengemudikan alat berat tersebut.

Namun, ketika akan diamankan, korban berulang kali mencoba melarikan diri.

Ketika terduga pelaku mencoba mengamankan korban, justru terjadi perkelahian antara keduanya.

Hingga mengakibatkan korban mengalami luka tusuk akibat senjata tajam dibeberapa bagian tubuhnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Pasal 338, dan/atau Pasal 351 Ayat 3, menghilangkan nyawa seseorang, dan melakukan penganiayaan, mengakibatkan seseorang meninggal dunia yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku merupakan pengawas di lokasi PETI Desa Kayuboko.

Laporan : Novita Ramadhan

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: KONTEN DILINDUNGI!!