Example 970x250

Lorong Sejarah, Wisata Edukasi Perjuangan Bangsa

Lorong Sejarah, Wisata Edukasi Perjuangan Bangsa
Tampak pengunjung wisata edukasi perjuangan bangsa pada saat launching, Sabtu, 25 Januari 2025. (Foto: Dok Kemhan)

JURNAL LENTERA, JAKARTA Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) resmi meluncurkan wisata edukasi Lorong Sejarah Kementerian Pertahanan (Kemhan), di Gedung Jenderal Soedirman, Jakarta, pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Program ini bertujuan untuk mengenalkan perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, mulai dari era kemerdekaan hingga zaman modern.

Peluncuran ini dihadiri oleh awak media serta masyarakat umum yang antusias mengikuti tur perdana. Kegiatan diawali dengan press tour, di mana para jurnalis dipandu untuk menyusuri Lorong Sejarah yang menampilkan berbagai dokumentasi visual perjuangan bangsa, dari era 1940-an hingga saat ini.

BACA JUGA: Kemendagri Kawal Percepatan Pembangunan Infrastruktur di 4 DOB Papua

Selain mendapatkan wawasan mendalam tentang sejarah bangsa, awak media juga diberikan kesempatan untuk melakukan peliputan langsung. Rangkaian tur ini dimulai dari Patung Ir. Soekarno Menunggang Kuda, Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam, hingga Gedung Jenderal Soedirman.

BACA JUGA: Desa Wukirsari Peraih Best Tourism Village UNWTO, Simbol Global Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

BACA JUGA:  Penamabahan Luas Tanah untuk Swasembada Pangan di Sulsel Mencapai 213.521 Hektare

Perjalanan berlanjut menuju Lorong Sejarah, Ruang Hening, dan Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI), memberikan pengalaman yang penuh makna bagi para pengunjung. Tak hanya terbatas bagi awak media, Kemhan juga membuka akses bagi masyarakat umum untuk menyaksikan langsung Lorong Sejarah.

Masyarakat yang ingin berkunjung dapat mendaftar melalui Museum Nasional Indonesia. Tur ini dirancang untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang sejarah serta menggugah semangat kebangsaan.

Selain menjelajahi Lorong Sejarah, pengunjung juga diberi kesempatan untuk menaiki kendaraan taktis (Rantis) Anoa dan Maung, produk alutsista buatan dalam negeri. Antusiasme terlihat dari raut wajah gembira para peserta yang menikmati pengalaman unik ini.

Kepala Biro Informasi Publik Setjen Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan pembukaan Lorong Sejarah ini bukan hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai media edukasi yang memperkaya wawasan masyarakat tentang perjuangan bangsa.

BACA JUGA:  Mendes Yandri: Festival Bangun Desa Dorong Ketahanan Pangan dan Kemajuan Nasional

Lorong Sejarah Kemhan merupakan inisiatif yang pertama kali diusulkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, kemudian dilanjutkan oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa pertahanan bukan hanya milik Kemhan dan TNI, tetapi juga tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

“Peluncuran wisata edukasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai tanah air dan menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *