JURNAL LENTERA, TANGERANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun terjadi kenaikan inflasi dengan meninjau Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, Jum’at, 3 Januari 2025.
Ia menjelaskan, inflasi inti “core inflation” menunjukkan peningkatan, namun masih dalam batas terkendali. Inflasi inti, yang mencakup kebutuhan non-pokok, menjadi salah satu indikator utama daya beli masyarakat tetap stabil.
“Faktanya terjadi inflasi, kenaikan, meskipun tidak terlalu tinggi. Artinya, menurut saya, daya beli masyarakat masih cukup terjangkau. Kalau ingin melihat daya beli, menurut saya, kita harus melihat inflasi inti, di luar makanan dan minuman,” ujar Tito.
BACA JUGA: Prabowo Tegaskan Kenaikan PPN 12 Persen Hanya untuk Barang dan Jasa Mewah
Dalam kunjungannya, ia menyempatkan diri berdialog langsung dengan pedagang untuk mendapatkan gambaran akurat terkait harga dan pasokan komoditas seperti cabai merah, bawang merah, beras, dan minyak goreng.
Ia juga membandingkan data yang dipaparkan oleh Pj Walikota Tangerang dengan kondisi nyata di lapangan.
BACA JUGA: Mendes PDT Andalkan Kolaborasi Hingga Level Desa Wujudkan Swasembada Pangan
“Saya ingin mengecek apa yang disampaikan pak Walikota tadi dalam paparan, di lapangan seperti apa, di pasar ini. Tadi saya ngecek di cabai rawit, justru mengalami penurunan harga,” katanya.
Ia lantas menyoroti kenaikan harga selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan pola musiman yang wajar, serupa dengan saat Lebaran.
“Karena demand naik ya. Tapi, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa kenaikan harga barang dan jasa meskipun ada, tapi relatif stabil,” ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah daerah dapat terus memantau kondisi pasar, menjaga stabilitas harga, dan memastikan pasokan komoditas tetap tersedia. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Kami ingin pemerintah daerah aktif dalam memantau pasar, menjaga ketersediaan barang, dan mengendalikan harga agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ujarnya.
Laporan : Mifta’in










