Pemda Parimo Diberikan Sosialisasi Penghargaan Kalpataru

Kegiatan sosialisasi dan advokasi penghargaan Kalpataru yang dilaksanakan DLH Provinsi Sulawesi Tengah, di Hotel Pelawa, Kabupaten Parimo, Selasa, 23 November 2021. (Foto: Wahab Usman/JurnalLentera.com)

JURNAL LENTERA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendapatkan sosialisasi dan advokasi penghargaan Kalpataru yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, di Hotel Pelawa, Selasa, 23 November 2021.

“Kegiatan sosialisasi dan advokasi ini akan berlangsung selama dua hari, terhitung dari hari ini,” ujar ketua panitia sosialisasi penghargaan lingkungan hidup DLH Sulteng, Ika Novidas J, di lokasi kegiatan.

Dia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi terkait penghargaan lingkungan hidup Pemda setempat dan unsur terkait lainnya di Kabupaten Parimo.

Harapannya, melalui kegiatan ini dapat memberikan kesamaan pemahaman dan persepsi tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

“Kegiatan ini merupakan amanat undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu tugas Pemda adalah memberikan pendidikan, pelatihan pembinaan dan penghargaan,” ucap Ika.

Dia menambahkan, kegiatan ini dapat memberikan pembelajaran dan pentingnya berdiskusi tentang tahapan maupun proses penilaian agar bisa lolos dalam penghargaan lingkungan hidup.

Tujuannya, tidak lain, untuk mewujudkan lingkungan yang lebih lestari lagi.

Dijelaskannya, pemberian dan persyaratan kategori penerima penghargaan Kalpataru meliputi empat bagian, yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan.

Sehingga, dalam kegiatan ini, juga menghadirkan pemateri di bidang lingkungan, yaitu Dr. Ir. H. Naharuddin, M.Si, yang merupakan dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) Palu, dan penerima penghargaan Kalpataru tahun 2015, Herman Sasia, SH.

“Setelah kegiatan diharapkan dapat menerapkan empat kriteria yang dimaksud. Sebagai mana kita ketahui, melestarikan ekosistem, berarti kita juga mempertahankan kehidupan manusia,” tandasnya.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung Kepala DLH Provinsi Sulteng, M. Saldy Lesnusa, Sos, M.Si.

Laporan : Wahab Usman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *