Example 970x250

Sebut Mahasiswa Berjilbab Manusia Gurun, PPP Kecam Rektor ITK

Ilustrasi wanita berkerudung. Anggota Komisi XI DPR RI Illiza Sa'aduddin Djamal mengecam keras pernyataan rektor pemerintah Budi Santosa Purwokartiko yang diduga rasis. (Foto: Republika/Mardiah)

JURNAL LENTERA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal mengecam keras pernyataan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof Budi Santosa Purwokartiko yang menyebut “penutup kepala ala manusia gurun” kepada wanita yang memakai jilbab.

“Pernyataan tersebut sangat diskriminatif terhadap mahasiswa  berjilbab. Dan tentunya ini sangat disayangkan karena ini muncul dari seorang rektor dan Profesor yang notabennya kaum berpendidikan,” kata Illiza, Sabtu, 30 April 2022.

Kata Politikus PPP ini, ternyata orang yang punya gelar dan jabatan tinggi tidak menjamin seseorang akan bijak dalam bersikap.

“Seharusnya seorang rektor mencerminkan  sikap dan tindakan yang santun, serta wawasan keilmuan yang luas bukan justru memperlihatkan  tindakan Xenophobia,” jelasnya.

BACA JUGA: 58 Tahun Pemasyarakatan, Menkumham : Usia yang Matang

BACA JUGA:  Pemerintah Targetkan 300 Ribu Keluarga Graduasi dari Program PKH di 2026

Lanjut Illiza, dalam pernyataannya itu, Prof Budi seakan dengan sengaja melakukan pembedaan berdasarkan ras, dan ini juga menimbulkan kebencian pada golongan tertentu.

“Pernyataan itu sudah memojokan agama tertentu, karena diketahui bahwa agama yang memerintahkan untuk menutup kepala adalah agama Islam dan itu berani diungkapkan di negara yang mayoritas muslim,” terang dia.

Dikatakannya, apa yang dituliskan Prof Budi sangat bertentangan dengan dasar negara Indonesia, Pancasila. Rasisme dan xenophobic bertentangan dengan nilai Pancasila, karena rasisme melanggar nilai kemanusiaan dan keadaban.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, Polisi di Surabaya Bekuk Pengedar Uang Palsu

“Bukan hanya itu, rasis juga bertentangan dengan agama kita, Islam, dalam Islam, Allah menyebutkan bahwa telah menciptakan kita dari laki-laki dan perempuan, kamudian jadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kita ini saling mengenal. dan yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, itu disebutkan dalam Alquran surat Alhujarat ayat 3,” tandasnya.

BACA JUGA:  Bursa Transfer Pembalap MotoGP: Ducati Tak Bisa Punya 2 Matahari, Marc Marquez Ditolak Pecco Bagnaia

Sebab itu, Illiza meminta Prof Budi untuk meminta maaf karena telah merasakan masyarakat Indonesia, apalagi pernyataan tersebut dapat memecah belah persatuan antar anak Bangsa.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Republika.co.id

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *