Ragam  

Tim SAR Gabungan Bakal Dibentuk di Kabupaten Parimo

Kepala Kantor Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes, bersama Wabup Parimo H. Badrun Nggai, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai kegiatan Rakorsarda yang dilaksanakan di Parigi, Senin, 28 Maret 2022. (Foto: Abd. Farid)

JURNAL LENTERA, Parimo – Tim SAR gabungan bakal dibentuk di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Wacana pembentukan tim SAR gabungan itu, merupakan out put dari kegiatan rapat koordinasi SAR daerah (Rakorsarda) yang dilaksanakan Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu di salah satu hotel di Parigi, Senin, 28 Maret 2022.
Pembentukan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo, dan organisasi kepemudaan maupun masyarakat yang masuk kategori potensi SAR karena seringnya terjadi bencana banjir serta tanah longsor di daerah setempat.

BACA JUGA: Berikut Hasil Rakor BPBD Parimo soal Status Bencana di 2 Kecamatan

Ditambah lagi, belum lama ini lima desa di Kecamatan Taopa dan Moutong diterjang banjir hingga mengakibatkan warga terdampak terpaksa mengungsi.
Bahkan, berdasarkan data yang dimiliki Kantor Basarnas Palu, Kabupaten Parimo didominasi bencana banjir dan longsor.
Selain itu, kasus kecelakaan di laut juga masih sering terjadi di daerah yang memiliki garis pantai kurang lebih 472 kilometer itu.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Dua Pria Terduga Pengedar Narkotika di Tojo Una-Una

“Berdasarkan data kami, Kabupaten Parimo didominasi dengan bencana banjir dan longsor. Begitu juga dengan kasus kecelakaan di laut seperti nelayan hilang,” ujar Kepala Kantor Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes, kepada sejumlah wartawan usai menghadiri Rakorsarda di Parigi.

BACA JUGA: Begini Kronologis Penemuan Jenazah Remaja 16 Tahun di Parimo

Dia menjelaskan, Rakorsarda tersebut bertujuan membangun sinergitas antara Basarnas, TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemda Kabupaten Parimo, dan potensi SAR.
Tugas dari tim SAR gabungan ini, nantinya akan melaksanakan operasi SAR ketika terjadi kecelakaan di laut dan bencana alam atau kondisi yang membahayakan manusia.
Hal itu sejalan dengan arahan Basarnas pusat yang menyebut penyelenggaraan operasi SAR harus melibatkan pihak-pihak terkait lainnya.

“Ketika melaksanakan operasi SAR, baik di bencana alam atau pencarian nelayan hilang di laut, yang tampak itu tim SAR gabungan bukan Basarnas,” katanya.

Hal itu, juga berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Rakorsarda yang bertujuan membantu Pemda Kabupaten Parimo ketika terjadi bencana alam maupun pencarian nelayan hilang di laut.
Dijelaskannya, untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laut, pihaknya terus berupaya untuk mensosialisasikan pentingnya melihat kondisi cuaca atau dengan cara mengupdate informasi kondisi cuaca terkini melalui BMKG.

BACA JUGA:  Jokowi Bakal Hadiri Festival Durian di Parigi Moutong

BACA JUGA: Kronologis Hilangnya Kakek 82 Tahun di Parimo
Menurutnya, kecelakaan di laut tidak dapat diketahui, sehingga seminimal mungkin terus memberikan imbauan kepada masyarakat.
Begitu pun jika mendapatkan informasi adanya kejadian orang hilang di laut maupun di sungai, sesegera mungkin melaporkannya.

“Agar secepat mungkin dilakukan upaya pencarian dan pertolongan,” tandasnya.

Laporan : Wahab Usman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *