JURNAL LENTERA, DANAU TOBA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi hadirnya Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, sebagai bentuk sinergi riset pertanian dan pengembangan potensi pariwisata masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau fasilitas Alat dan Peralatan (Alkap), Tour Green House, dan Data Center IT Del di Balige, pada Jum’at, 11 Juli 2025.
“Senang sekali bisa melihat dua hal luar biasa di Sumut—TSTH2 sebagai pusat riset pertanian, dan Institut Teknologi Del yang mencetak SDM unggul di bidang teknologi,” ujar Wamenpar Ni Luh.
BACA JUGA: Pemerintah Wacanakan Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif Daerah
TSTH2 dirancang sebagai pusat penelitian bibit unggul dan budidaya tanaman herbal skala internasional, dilengkapi fasilitas modern, dan diharapkan menjadi model pengembangan pertanian berbasis teknologi.
BACA JUGA: Mendagri Pacu Pemda Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Target Nasional 8 Persen pada 2029
Sejalan dengan program unggulan Pariwisata Naik Kelas Kementerian Pariwisata di 2025, ia menilai kawasan TSTH2 berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus, seperti agrowisata, wisata edukasi, gastronomi, wisata petualangan, hingga lokasi penyelenggaraan event tematik.
“Kita berharap pemanfaatan teknologi di TSTH2 juga dapat memunculkan inovasi pariwisata berbasis AI, seperti yang diperlihatkan dalam demo tadi,” katanya.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan penguatan sektor pertanian menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, dan TSTH2 menjadi bagian dari upaya tersebut.
“TSTH2 diharapkan menjadi pusat riset tanaman herbal dan hilirisasi produk, seperti minyak atsiri, pupuk, hingga bioenergi untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Laporan : Multazam










