Example 970x250

Aksi KTT di Desa Khatulistiwa Rusuh, Akibat Tidak Hadirnya Gubernur

Ribuan batu yang dilemparkan masa aksi kepada pihak kepolisian nampak berhamburan, saat bentrok masa aksi tolak tambang di sinei kecamatan tinombo selatan. sabtu (12/2) malam. Foto : Abdul Farid

JURNLA LENTERA – Sejumlah masa aksi Koalisi Tolak Tambang (KTT) di Desa Khatulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), berakhir rusuh dengan aparat kepolisian. Hal itu di picu atas tidak hadirnya Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura.

Di mana pada saat itu, lemparan batu dan tembakan gas air mata tak terelakkan.

Penolakan di lakukan karena Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Trio Kencana yang di nilai bodong.

Aliansi Rakyat Tani (ARTI) KTT gabungan berasal dari tiga Kecamatan, yakni, Kecamatan Kasimbar, Toribulu dan Tinombo Selatan. Aksi tersebut di lakukan pada Sabtu 12 Februari 2022 pukul 09.00 WITA, di Desa Khatulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan, Parimo, Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:  Jawaban Bupati Atas Perubahan RPJMD Parimo Disetujui

Dalam pantauan media ini, pengamanan aksi tolak tambang di Desa Khatulistiwa tersebut, di pimpin langsung oleh Kapolres Parimo.

Kemudian, aksi itu akhirnya berhasil di lumpuhkan oleh pihak kepolisian dengan memberikan gas air mata, mulai dari pukul 22.00 Wita sampai dengan 01.00 dini hari.

Dari aksi tersebut masa memblokade jalur transportasi mulai dari Sabtu pukul 12.00 Wita, dan arus transportasi bisa kembali di lalui, Minggu 13 Februari 2022 pukul 01.00 dini hari tadi.

Dari sejumlah masa ARTI KTT, sebagiannya telah di amankan oleh pihak Kepolisian, untuk diproses lebih lanjut. Adapun yang lainnya masih dalam tahap pencarian.

Tidak hanya itu, fasilitas aksi berupa, empat unit mobil truk, sound system, Genset dan puluhan roda dua, juga ikut di amankan.

BACA JUGA:  Pasar Inpres Manonda Palu Terbakar

Laporan: Abdul Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *