Mereka bahkan membuat acara gegap gempita beberapa jam setelah voting day pada 14 Februari 2024, untuk merayakan kemenangan berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) dari berbagai lembaga survey.
Terus bagaimana dengan Abdin, yang sudah pasti luput dalam sorotan media di daerah, apalagi nasional. Ia melakukan kampanye seadanya, semampu apa yang bisa ia kerjakan. Tak ada yang menaruh perhatian padanya. Tak ada perayaan, kecuali syukuran alakadarnya yang mengundang keluarga dekat.
Abdin memilih jalannya sendiri, yang belakangan banyak orang bertanya-tanya, sekaligus haru, setelah namanya masuk dalam daftar 40 para Caleg yang layak duduk di kursi DPRD Kabupaten Parigi Moutong, berdasarkan Rapat Pleno KPU Parigi Moutong pada 2 Maret lalu.
Saya mencoba menanyakan lebih dalam dan serius pada Abdin, apa yang ia lakukan sehingga bisa meraih suara yang cukup untuk masuk ke gedung DPRD Parigi Moutong. Ia akhirnya buka suara, sekaligus curhat tentang usaha-usaha sederhana tanpa money politic yang ia lakukan selama beberapa tahun sebelum 14 Februari 2024. (Bagian ini akan dibahas khusus nantinya).
Jalan Abdin dalam memulai langkah politik dalam konteks Pemilu 2024 adalah sebuah harapan. Sekaligus menunjukkan pada kita, pada generasi Milenial, bahwa masih ada cara yang bisa dilakukan untuk meraih hati pemilih tanpa harus menggunakan modal besar.
Abdin percaya bahwa popularitas sangat mempengaruhi elektabilitas. Tapi bagaimana membangun popularitas yang baik tanpa harus mengeluarkan biaya besar? Abdin punya resepnya. (Akan dibahas khusus)
Sementara di jalur yang berbeda, Gibran makin mengukuhkan pendapat bahwa dengan modal besar, termasuk kekuasaan, seseorang dapat dengan mudah mencapai tujuan politik, sekalipun ada resiko yang harus diterima di belakang hari.
Untuk mengikuti lebih dalam balada politik Abdin, pantau terus media ini untuk mendapatkan penggalan cerita terbaru.
Penulis : Muhammad Sahril












Respon (1)