Gubernur Sulteng Terima Duplikat Bendera Pusaka dari BPIP RI

Gubernur Sulteng Terima Duplikat Bendera Pusaka dari BPIP RI
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, menghadiri penyerahan duplikat bendera pusaka dari BPIP RI di Balai Samudera Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin, 5 Agustus 2024. (Foto: Dok Humas Pemprov Sulteng)

JURNAL LENTERA, TANGERANG – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Rusdy Mastura, menerima langsung duplikat bendera pusaka dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) di Balai Samudera Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin, 5 Agustus 2024.

Didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulteng Arfan bersama Moh. Zacky Al Rahman dan  Nayla Salsabila Saharuddin sebagai purna Paskibraka 2023, Rusdy Mastura menerima duplikat bendera pusaka yang diserahkan Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi. Kegiatan ini dihadiri pula Ketua Dewan Pengarah BPIP RI Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA: Inflasi Sulteng Masih Terkendali

Selain penyerahan duplikat bendera pusaka, dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Salinan Teks Proklamasi, Naskah Pidato 1 Juni, dan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila.

Yudian menjelaskan, penyerahan duplikat bendera pusaka ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang program pasukan pengibar bendera pusaka Pasal 8 Ayat 1 sampai 3.

BACA JUGA:  Pemerintah Wacanakan Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif Daerah

BACA JUGA: Struktur Industri di Sulteng Didominasi Logam Dasar

Dalam Pasal 8 Ayat 1 sampai 3 ini, kata dia, menyatakan dengan jelas bahwa BPIP RI adalah

badan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di Bidang Ideologi Pancasila. BPIP RI bertugas mendistribusikan duplikat bendera pusaka kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan RI di luar negeri serta lembaga lainnya.

Duplikat bendera pusaka ini dapat digunakan selama sepuluh tahun. Namun, jika sebelum sepuluh tahun bendera pusaka rusak atau tidak layak dikibarkan, maka pihak yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan penggantian duplikat bendera pusaka secara tertulis kepada BPIP RI.

“Jadi, kami berharap, agar duplikat bendera pusaka ini dapat dijaga dengan sebaik-baiknya,” katanya.

BACA JUGA:  Wamendes Ajak Pemuda Desa Optimalkan Potensi Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Di kesempatan yang, Megawati menyampaikan, dibentuknya BPIP RI untuk mensosialisasikan secara benar sejarah dari Pancasila.

“Tujuannya untuk mengingatkan kembali bahwa ideologi Indonesia ialah Pancasila. Selain itu, untuk membiasakan diri agar setiap memulai upacara diawali dengan penyebutan Salam Pancasila,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *