JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Inspektorat Daerah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyoroti molornya sejumlah proyek strategis bernilai miliaran.
Menurut Kepala Inspektorat Daerah Parigi Moutong, Mohammad Sakti A. Lasimpara, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian organisasi perangkat daerah (OPD). Khususnya terkait pengawasan terhadap pihak ketiga.
Pihak ketiga atau rekanan, kata dia, seharusnya memperbaiki manajemen perusahaannya agar dalam pengerjaan proyek strategis diselesaikan tepat waktu.
“Hal itu yang perlu menjadi perhatian teman-teman di OPD,” ujar Sakti di Parigi, pada Senin, 12 Januari 2026.
BACA JUGA: Proyek Gedung Layanan Perpustakaan Bernilai Miliaran di Parigi Moutong Belum Rampung
Berdasarkan hasil investigasi di lokasi proyek, pihak ketiga dinilai lamban dalam memitigasi berbagai persoalan dan risiko yang berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan. Faktanya, sejumlah masalah baru diketahui setelah proses pekerjaan berjalan.
BACA JUGA: DPRD Parigi Moutong Desak Kepastian Pelantikan PPPK Paruh Waktu
Salah satu persoalan utama yang kerap ditemukan adalah kekurangan tenaga kerja, yang berdampak terhadap lambatnya progres pekerjaan. Sebab, menggunakan tenaga kerja yang tidak profesional.
“Hal tersebut yang harus dihindari,” katanya.
Pasalnya, waktu penyelesaian pekerjaan setiap proyek tidak ditetapkan sembarangan. Melainkan melalui perencanaan dan analisis oleh tim perencana.
“OPD sebagai pemilik program dan kegiatan infrastruktur ke depan, agar lebih menekankan pentingnya mitigasi masalah di lapangan kepada pihak ketiga sejak awal pelaksanaan pekerjaan,” tutur Sakti.
Ia kemudian mencontohkan proyek strategis nasional pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan. Apabila pengadaan material kaca berpotensi menjadi kendala, pengadaannya harus diprioritaskan sejak awal.
Sedangkan masalah tenaga kerja, kata dia, seharusnya segera ditambahkan. Meskipun, berkonsekuensi terhadap pembiayaan.
“Tapi kita tidak berbicara dalam konteks pembiayaan. Pihak ketiga harus siap secara pendanaan,” ungkapnya.
Terlepas dari persoalan tersebut, menurutnya seluruh proyek strategis nasional di Parigi Moutong telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Meskipun, masih terdapat sejumlah kekurangan.
“Terkait pihak ketiga yang masih diberikan waktu tambahan penyelesaian pekerjaan, saya berharap kesempatan itu dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tujuannya, agar hasil pembangunan segera digunakan untuk pelayanan masyarakat,” tandasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani










