Ditanya terkait program BERSINAR untuk Kabupaten Parigi Moutong, Nizar mengaku hal yang pertama adalah persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebagai putra daerah, dirinya juga mengaku sedih melihat PAD Kabupaten Parigi Moutong yang jumlahnya naik. Namun, penyumbang terbesarnya berasal dari rakyat. Bahkan, yang terbesar penyumbang PAD berasal dari rumah sakit senilai Rp80 miliar.
Menurutnya, rakyat tidak boleh dijadikan sebagai objek untuk meningkatkan PAD. Sebab, akan mempengaruhi fungsi pelayanan kepada rakyat.
“Insya Allah, jika ditakdirkan Allah SWT, tidak boleh lagi kita membebani atau mencari PAD dengan cara memeras rakyat. Sehingga berpengaruh terhadap pelayanan yang dampak banyak rakyat yang terabaikan di Kabupaten Parigi Moutong,” katanya.
Ia mengatakan, jika ditakdirkan Allah SWT, dirinya bersama Ardi Kadir menjadi Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, akan mencari uang sebanyak-banyaknya dengan cara menggunakan Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mendongkrak PAD.
Sebab, anomali daerah yang begitu kaya dengan garis pantai sepanjang 472 kilometer, Kabupaten Parigi Moutong memiliki sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari pertanian hingga perikanannya.
Apalagi, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah lumbung beras di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kalau buatkan regulasi untuk menjual hasil pertanian berupa beras ke daerah lain atau IKN, berapa PAD yang akan kita dapatkan? Misalnya kita dapatkan margin Rp500 atau Rp1000 saja, dengan jumlah ratusan ribu ton yang dikeluarkan melalui Perusda, itu akan memberikan pemasukan bagi PAD. Saya bersama pak Ardi tidak mau menjadi pemimpin yang membohongi rakyat,” tegas Nizar.
Berkaitan hal itu, jika menjadi pemimpin daerah, ia bersama Ardi Kadir menyatakan berani untuk memberikan anggaran sebesar Rp5 miliar setiap kecamatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, akan menyediakan dana cadangan untuk menghadapi bencana alam.
“Bicara sekarang, memang tidak akan mungkin. Tapi akan beda jika kita sudah memulai. Selain itu, ada pula sejumlah program lainnya, di antaranya terkait pendidikan,” pungkasnya.
Laporan : Moh. Reza Fauzi











Respon (2)