Kantor DPRD Parigi Moutong Lagi-lagi Jadi Sasaran Teror Ajakan Menolak PETI

Kantor DPRD Parigi Moutong Lagi-lagi Jadi Sasaran Teror Ajakan Menolak PETI
Tampak baliho berisikan pesan ajak menolak PETI Desa Sausu Torono yang terpsang di pagar bagian depan Kantor DPRD Parigi Moutong, Kamis, 17 Juli 2025. (Foto: ROY LASAKKA/JURNALLENTERA.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kantor DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, lagi-lagi menjadi sasaran teror ajakan menolak Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melalui media baliho, Kamis, 17 Juli 2025.

Kali ini, baliho yang terpasang di pagar bagian depan Kantor DPRD Parigi Moutong bertuliskan ajakan menolak PETI di Desa Sausu Torono, Kecamatan Sausu. Namun, tidak satu pun yang mengetahui atau melihat orang yang sengaja memasang baliho tersebut.

Teror ajakan menolak PETI ini bukan yang kali pertama terjadi di tempat yang sama. Sebelumnya, teror ajakan menolak PETI juga terjadi. Tempat terpasangnya baliho pun sama persis. Namun, baliho sebelumnya berisikan ancaman dan perlawanan terhadap aktivitas PETI di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat.

Banyak sejumlah pihak berasumsi dan menduga, yang memasang baliho tersebut adalah orang yang sama.

BACA JUGA: Bupati Parigi Moutong Sikapi Dugaan Dampak PETI Kayuboko saat Banjir di Desa Air Panas

Bahkan, Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres Tonggiroh ketika dikonfirmasi terkait hal itu pun mengaku tidak tahu menahu jika teror baliho yang sama kembali terjadi. Namun, ia menduga teror baliho ajakan menolak PETI tersebut dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu.

BACA JUGA:  565 Siswa dan Siswi PAUD se-Kecamatan Parigi Ikuti Penamatan Massal

BACA JUGA: Polres Parigi Moutong Sita Tiga Unit Ekskavator saat Penertiban PETI Desa Kayuboko

“Saya juga baru tahu kalau baliho berisikan pesan ajakan menolak PETI itu terpasang lagi di pagar depan Kantor DPRD,” ujarnya.

Baliho yang sama, ternyata juga terpasang di depan Kantor Desa Sausu Torono dan di pagar perkebunan milik warga setempat.

Kepala Desa Sausu Torono, Saat Wijaya, yang dikonfirmasi terkait hal itu, juga baru mengetahuinya setelah mendapat laporan dari Babinkamtibmas. Sedangkan baliho yang terpasang di pagar perkebunan milik warga telah dilepas.

“Saya menduga, baliho tersebut sengaja di pasang pada malam hari, karena tidak satu pun warga sekitar yang mengetahui atau melihat,” katanya.

Berkaitan dengan PETI Desa Sausu Torono, ia mengatakan para penambang yang menggunakan alat berat telah menghentikan aktivitasnya. Namun, hanya warga lokal yang mendulang melakukan aktivitas di lokasi PETI tersebut.

Apalagi, perwakilan warga yang menolak aktivitas PETI Desa Sausu Torono, juga telah menemui Bupati Parigi Moutong.

“Saat perwakilan warga menemui Bapak Bupati, saya tidak ikut serta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong, Mohammad Idrus, menyatakan aktivitas PETI Desa Sausu Torono telah terhenti. Informasi tersebut diterimanya dari pihak Polsek Sausu.

BACA JUGA:  Aksi Pelaku Penipuan Catut Nama Kapolres Parigi Moutong

“Tinggal alat berat yang sedang terparkir ada di lokasi PETI Desa Sausu Torono,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil overlay titik dari kelompok binaannya di Desa Sausu Torono, kata dia, lokasi PETI tersebut sudah masuk dalam kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK). Sehingga, pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkomunikasi dengan Balai Gakkum Lingkungan Hidup untuk penindakan.

“Selain Desa Sausu Torono, ada tiga lokasi lainnya juga yang telah masuk dalam pemantauan kami dan Balai Gakkum Lingkungan Hidup,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *