Example 970x250

KH. Ali Manshur Shiddiq dan Harry Roesli Dianugerahkan Tanda Kehormatan

KH. Ali Manshur Shiddiq dan Harry Roesli Dianugerahkan Tanda Kehormatan
Presiden Jokowi, menyerahkan tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada salah satu pewaris di Istana Negara, Rabu, 14 Agustus 2024. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Alm. KH. Ali Manshur Shiddiq dan alm. Djauhar Zaharsyah Fahrudin Roesli yang akrab disapa Harry Roesli menerima penganugerahan tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma di Istana Negara, Rabu, 14 Agustus 2024.

Tanda kehormatan kepada dua tokoh budayawan ini diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bintang Budaya Parama Dharma adalah tanda kehormatan yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang telah menyumbangkan nilai-nilai luhur sebagai darma baktinya dalam bidang kebudayaan.

Kedua penerima tanda kehormatan tersebut diusulkan kepada Presiden oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan dalam program Anugerah Kebudayaan Indonesia.

BACA JUGA: Kemendagri dan Kemenkeu Beri Penghargaan Insentif Fiskal 50 Daerah Terkait Pengendalian Inflasi

BACA JUGA:  Dorong Keamanan Pangan, Bapanas Gandeng Satgas Polri Awasi Impor

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, pemberian tanda kehormatan ini merupakan wujud apresiasi tertinggi pemerintah kepada para budayawan yang memiliki dampak besar bagi ekosistem kebudayaan Indonesia.

Sekaligus menjadi bentuk nyata dari pengakuan negara terhadap dedikasi mereka dalam melestarikan dan memajukan warisan budaya bangsa.

BACA JUGA: Menparekraf : Wellfest 2024 Perkuat Indonesia Sebagai Global Wellness Tourism Destination

“Setiap tahun, Kemendikbudristek melalui program Anugerah Kebudayaan Indonesia memberikan penghargaan kepada para budayawan dan pelaku budaya yang berjasa dan berkontribusi dalam memajukan kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskannya, KH. Ali Manshur Shiddiq adalah sosok ulama kharismatik asal Jawa Timur, dikenal atas jasanya dalam menciptakan Sholawat Badar. Kala itu, Sholawat Badar merupakan alat perjuangan untuk mencegah menguatnya paham komunisme di tengah berkembang luasnya lagu “Genjer-Genjer” yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

BACA JUGA:  Hadiri HPN di Medan, Erick Thohir: Pers Bagian Kehidupan Saya

Sholawat Badar juga telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) dari Provinsi Jawa Timur pada 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *