JURNAL LENTERA – Dalam rangka menuju perubahan status Pandemi ke Endemi Covid-19, pemerintah terus melakukan upaya baik vaksinasi secara massif hingga melakukan survey antibody kepada masyarakat.
Di Sulawesi Tengah (Sulteng), ada dua lokasi yang dijadikan sample untuk survey antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 atau covid-19.
Dikonfirmasi via telepon, Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Dr. I Komang Adi Sujendra mengatakan, pihaknya bersama Litbangkes Kemenkes RI sudah melakukan survey antibodi mulai hari ini.
“Sudah. Sudah turun petugas dari Litbangkes kemenkes RI. Kemarin mereka menghadap saya dan sdh dimulai hari ini ke 2 lokasi: Kabupaten Morowali Utara dan Kota Palu,” kata Dr. I Komang Adi Sujendra, Rabu 24 November 2021.
Ia menjelaskan, di Kota Palu dipilih 20 desa/kelurahan dengan masing-masing sample 10 orang per desa. Sedangkan di Morowali Utara diambil sample 6 desa.
Vaksinasi Massal BIN Sulteng di Parimo, Sudah 8.125 Dosis Terpakai
Survei kondisi antibodi masyarakat akan dilakukan setiap 6 bulan. Survei tersebut menggunakan metode seroprevalence dan akan dilakukan kepada 21.880 sampel yang tersebar di 100 kabupaten/kota pada 34 provinsi.
Survei dilakukan lantaran banyak rakyat Indonesia sudah memiliki kekebalan Covid-19, baik dari vaksin maupun karena tertular virus corona.
“Ini agar hasilnya bisa dibagikan di dunia dan menunjukan kesiapan Indonesia dalam tangani pandemi serta transisi menjadi endemi,” kata Budi seperti dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu.
Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, seroprevalence survei menggunakan tes antibodi untuk memperkirakan persentase orang dalam populasi yang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2. Tes ini dapat menginformasikan berapa banyak orang dalam populasi tertentu yang sebelumnya telah terinfeksi virus corona.
Di Indonesia, survei dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dengan menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Survei diharapkan bisa selesai pada pertengahan Desember untuk memberikan gambaran lengkap kondisi antibodi seluruh masyarakat.
Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatan masyarakat telah mencapai kekebalan akibat telah terinfeksi Covid-19 atau telah vaksinasi. Kekebalan ini terbentuk setelah dua bulan gelombang kedua virus corona.
Perkiraan Terburuk Kasus Covid-19, Naik 430 Persen sampai Maret 2022
Laporan: M. Sahril











Respon (1)