banner 1280x180

Pemda Jangan Abaikan Vaksinasi Lansia, Dinkes Sulteng: Itu Prioritas

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto diambil dari kompas.com)

JURNAL LENTERA – Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk tidak mengabaikan vaksinasi warga Lanjut Usia (Lansia) yang harus mencapai 60 persen.

“Lansia diprioritaskan pemerintah pusat untuk vaksinasi. Jadi, Pemda tidak bisa mengabaikan target capaian vaksinasi Lansia,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), I Komang Adi Sujendra, yang dihubungi via telepon seluler belum lama ini.

Dia mengatakan, berdasarkan data capaian vaksinasi Lansia di Sulteng, baru mencapai kurang lebih 36 persen.

Dia menyebutkan, kabupaten dengan capaian tertinggi di Sulteng, yakni Sigi mencapai 51,6 persen.

Disusul Kabupaten Poso, mencapai 44 persen dan Parigi Moutong (Parimo) 35 persen.

Sedangkan Kabupaten Morowali, meskipun telah mencapai vaksinasi 90 persen secara umum, namun pada capaian Lansia masih sangat rendah.

BACA JUGA: Vaksinasi Dosis Pertama di Sulteng Capai 64,8 Persen

“Sekarang kan sudah ada beberapa kabupaten yang sudah mencapai 70 persen vaksinasinya secara umum. Tapi untuk vaksinasi Lansia masih rendah,” katanya.

Dia mengatakan, vaksinasi khusus Lansia berbeda dengan pada umumnya.

Sehingga, Pemda harus harus terus menggenjot capaian vaksinasi Lansia dengan berbagai strategi.

Menurutnya, Pemda dapat melakukan mobilisasi dengan sistem door to door ke rumah para Lansia, meskipun hal itu tidak mudah dilakukan.

Sebab, akan terhambat dalam proses pelaporan yang menggunakan aplikasi dan pengisian dengan serangkaian pertanyaan.

BACA JUGA: Buntut Polemik Rapid Antigen Berbayar, Dinkes Parimo Diminta Kembalikan Uang

“Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi, target harus dicapai berdasarkan urutan prioritas vaksinasi,” tegas I Komang Adi Sujendra.

Dia menambahkan, terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun, saat ini telah dicanangkan dibeberapa provinsi di Indonesia.

Berdasarkan urutan target capaian, sebelum dilaksanakan vaksinasi anak, capaian 70 persen, dan Lansia 60 persen harus direalisasikan di setiap daerah.

BACA JUGA: BIN Sulteng Sediakan 10.000 Vaksin untuk Tiga Kecamatan di Parimo

Namun, tidak menuntup kemungkinan akan ada arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang pada akhirnya serentak dilaksanakan, karena melihat jumlah pasokan serta pemanfaatan vaksin.

Setiap daerah, kata dia, tidak bisa pula kebanjiran vaksin.

Olehnya, harus dilakukan pemetaan, daerah mana saja yang stok vaksinnya telah habis untuk dipenuhi kembali.

“Apabila vaksin Merah Putih telah diproduksi di 2022, dapat dilakukan secara simultan. Tetapi, akan membutuhan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pelaksana,” tandasnya.

Laporan : Novita Ramadhan

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: KONTEN DILINDUNGI!!